Sambil ke "Blue Fire" dan Panen Kopi, Ini Waktu Paling Tepat ke Bondowoso

Kompas.com - 01/06/2016, 20:14 WIB
Petambang sedang mengambil belerang di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur, Selasa (12/11/2013). Dalam sehari, seorang petambang dapat membawa belerang 60 hingga 140 kilogram dengan imbalan Rp 780 per kilogram. Untuk menambah penghasilan, sebagian dari petambang juga berprofesi sebagai pemandu wisata bagi turis yang berkunjung ke kawah di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut. KOMPAS/HARRY SUSILOPetambang sedang mengambil belerang di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur, Selasa (12/11/2013). Dalam sehari, seorang petambang dapat membawa belerang 60 hingga 140 kilogram dengan imbalan Rp 780 per kilogram. Untuk menambah penghasilan, sebagian dari petambang juga berprofesi sebagai pemandu wisata bagi turis yang berkunjung ke kawah di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkunjung ke sebuah destinasi wisata, Anda tentu telah memiliki daftar obyek wisata yang ingin Anda kunjungi.

Tetapi agar semua daftar obyek wisata Anda dapat terpenuhi, perlu persiapan matang dalam berbagai hal. Termasuk faktor cuaca dan agenda wisata daerah tersebut.

Begitu pula saat mengunjungi api biru atau blue fire yang tersohor di Pegunungan Ijen.

"Kalau melihat blue fire bisa kapan saja bisa. Enaknya jam satu atau dua dini hari, itu lagi bagus-bagusnya," ujar Adi Sunaryadi, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kabupaten Bondowoso kepada KompasTravel, Rabu (1/6/2016).

Agar kunjungan ke blue fire semakin komplet, tak ada salahnya Anda juga ikut memanen kopi bersama para petani kopi di Kecamatan Sempol, Bondowoso. Sebab blue fire dan perkebunan kopi memiliki jarak yang cukup dekat.

"Untuk panen raya kopi, waktu terbaik adalah bulan Juni sampai Agustus. Pengunjung bisa ikut memetik kopi di perkebunan kopi di Sempol," kata Adi.

Kopi dari Pegunungan Ijen, Jawa Timur.
Selain itu Adi juga merekomendasikan Festival Muharram yang tahun ini jatuh bulan Oktober. Festival ini dilakukan secara rutin di Bondowoso disesuaikan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah.

Pada Festival Muharram digelar pesta rakyat yang mempertunjukkan kesenian khas Bondowoso juga pameran produk unggulan.

Namun demikian Anda juga harus memperhitungkan iklim cuaca. Sebab, menurut Adi, iklim cuaca saat ini sulit untuk diprediksi. "Sekarang di Bondowoso hujan lagi deras-derasnya," kata Adi. Padahal bulan sudah memasuki bulan Juni yang semestinya dalah musim panas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Punya Wisata Edukasi Naik Kapal Pesiar Keliling Dunia, Jalan-jalan Sambil Belajar

AS Punya Wisata Edukasi Naik Kapal Pesiar Keliling Dunia, Jalan-jalan Sambil Belajar

Jalan Jalan
Dua Taman Hiburan di AS Tidak Lagi Cek Suhu Tubuh Wisatawan

Dua Taman Hiburan di AS Tidak Lagi Cek Suhu Tubuh Wisatawan

Travel Update
Agen Perjalanan di Thailand Tawarkan Wisata Vaksin Covid-19 ke AS, Apa Itu?

Agen Perjalanan di Thailand Tawarkan Wisata Vaksin Covid-19 ke AS, Apa Itu?

Travel Update
Infinity Pool Tertinggi Dunia di Dubai, Pemandangannya Apik Tenan

Infinity Pool Tertinggi Dunia di Dubai, Pemandangannya Apik Tenan

Travel Update
Libur Lebaran Diprediksi Tak Ada Lonjakan Wisatawan di Batu dan Malang

Libur Lebaran Diprediksi Tak Ada Lonjakan Wisatawan di Batu dan Malang

Travel Update
Syarat Mendaki Gunung Andong yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Syarat Mendaki Gunung Andong yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Tips
Diundur, Jalur Pendakian Gunung Andong Buka 18 Mei 2021

Diundur, Jalur Pendakian Gunung Andong Buka 18 Mei 2021

Travel Update
Australia Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022

Australia Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022

Travel Update
Covid-19 Marak Lagi, Singapura Tinjau Travel Bubble dengan Hong Kong

Covid-19 Marak Lagi, Singapura Tinjau Travel Bubble dengan Hong Kong

Travel Update
Larangan Mudik Lokal, Wisatawan Luar Karanganyar Boleh Berkunjung

Larangan Mudik Lokal, Wisatawan Luar Karanganyar Boleh Berkunjung

Travel Update
Libur Lebaran 2021, Pemkab Magelang Tutup Semua Tempat Wisata

Libur Lebaran 2021, Pemkab Magelang Tutup Semua Tempat Wisata

Travel Update
Libur Lebaran, Wisatawan yang Ingin ke Malang dan Batu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Libur Lebaran, Wisatawan yang Ingin ke Malang dan Batu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Travel Update
Masyarakat Luar Klaten Boleh Masuk Saat Larangan Mudik Lokal, asal...

Masyarakat Luar Klaten Boleh Masuk Saat Larangan Mudik Lokal, asal...

Travel Update
China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Hotel Accor di Solo hingga Yogyakarta Bakal Terapkan GeNose C-19

Hotel Accor di Solo hingga Yogyakarta Bakal Terapkan GeNose C-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X