Gelombang Tinggi Warnai Perayaan Peh Cun di Parangtritis

Kompas.com - 09/06/2016, 14:48 WIB
Sejumlah orang berupaya untuk mendirikan telur di atas meja dalam ritual Peh Cun yang digelar di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (9/6/2016).  
TRIBUN JOGJA/AGUNG ISMIYANTOSejumlah orang berupaya untuk mendirikan telur di atas meja dalam ritual Peh Cun yang digelar di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (9/6/2016).
EditorI Made Asdhiana

BANTUL, KOMPAS.com - Gelombang tinggi mewarnai rangkaian perayaan Peh Cun di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Kamis (9/6/2016). Meski demikian, acara ini tetap berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Dalam perayaan Peh Cun, sejumlah wisatawan dan umat berlarian saat air laut membasahi tempat untuk mendirikan telur. Selain itu, salah satu pintu sesaji yang terbuat dari daun kelapa juga ambruk terkena air pasang.

"Memang dalam perayaan Peh Cun tahun ini yang berbeda adalah fenomena gelombang tinggi. Ini tidak bisa dihindari karena memang fenomena alam," kata Wakil Ketua Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC).

Dia menjelaskan, meski dikemas secara sederhana dan tidak banyak mengundang tamu, namun semangat Peh Cun untuk menyerap kebaikan tetap berlangsung dalam perayaan ini.

Rangkaian acara lainnya masih sama seperti prosesi mendirikan telur tepat pada pukul 12.00 WIB serta ritual sembahyang di pantai Parangtritis.

Sebelumnya pekan lalu, panitia juga menggelar lomba mendayung perahu naga di laguna Pantai Depok sebagai rangkaian acara Peh Cun. (Tribun Jogja/Agung Ismiyanto)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X