Kompas.com - 09/06/2016, 21:05 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Akibatnya kerajaan pun perlahan hancur dan Sang Ksatria merasa sangat bersalah karena tidak berhasil mengingatkan Raja.

Saking cinta kepada negaranya, ia pun mengorbankan dirinya dengan terjun ke sungai, sebagai bentuk bentuk pengabdian dan kesetiaan kepada negaranya.

Ketika ia melompat ke sungai, banyak masyarakat melihat peristiwa itu. Masyarakat pun berusaha menemukannya. Namun sayang, Sang Ksatria sudah tenggelam dan tak pernah ditemukan.

Supaya jasad Sang Ksatria tidak dimakan ikan, masyarakat kemudian memikirkan berbagai macam cara, termasuk melempar bungkusan berisi nasi (bakcang) dengan harapan ikan-ikan itu memakannya.

Ada juga masyarakat yang masih berupaya mencari dengan menggunakan perahu dayung. Namun, upaya tersebut juga tidak membuahkan hasil.

Berawal dari kisah tersebut, maka muncul tradisi dari masyarakat sebagai penghormatan kepada Sang Ksatria tersebut, yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Kisah tersebut mengalir seperti air ketika dituturkan oleh Jesselyn yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas.

Sebagai generasi muda Tionghoa, Jesselyn pun merasa wajib untuk mempertahankan tradisi ini.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Suasana tradisi mandi Peh Cun dan Festival Bakcang di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (9/6/2016).
“Sebagai manusia yang berakal budi, kita harus punya (mengetahui) asal usul, dan tentu saja menghargai dari mana asal kita. Budaya ini memiliki arti dan filosofi tersendiri bagi masyarakat Tionghoa, untuk tetap mempertahankan loyalitas dan kesetiaan,” tutur Jesselyn kepada KompasTravel.

Tradisi mandi di siang hari dipercaya bisa membuang sial dan mengusir berbagai macam penyakit bagi mereka yang percaya pada mitos tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.