Meski Gelombang Tinggi, Pemkab Bantul Tak Tutup Wisata Pantai

Kompas.com - 10/06/2016, 06:08 WIB
Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/1/2013). KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATPantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/1/2013).
EditorI Made Asdhiana

BANTUL, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak menutup obyek wisata sepanjang pantai selatan daerah itu, meskipun saat ini dilanda gelombang tinggi.

"Tidak ada penutupan obyek wisata pantai, namun kami hanya menyampaikan imbauan saja supaya wisatawan tidak mendekat ke pantai," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo di Bantul, Kamis (9/6/2016).

Menurut dia, sepanjang pantai selatan Bantul mulai dari Pantai Parangtritis dan Depok sampai Pantai Baru Pandansimo pada musim ini sedang dilanda gelombang tinggi, bahkan dalam dua hari terakhir air laut sampai ke daratan hingga ratusan meter.

Ia mengatakan, meskipun tetap membuka obyek wisata pantai selatan dari wisatawan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) termasuk anggota pencarian dan penyelamatan atau Tim SAR untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gelombang tinggi.

"Tampaknya teman-teman SAR sudah siap dengan gelombang tinggi di pantai selatan ini. Bahkan dari teman Pokdarwis Pantai Baru kejadian bukanlah hal yang baru, namun setiap tahun ada, karena merupakan siklus tahunan," katanya.

Namun demikian, lanjut Bambang Legowo, dari hasil pemantauan di sejumlah lokasi pantai selatan oleh instansinya, gelombang laut pada musim ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, sebab dilaporkan ada beberapa warung kuliner di Pantai Depok yang kemasukan air.

"Memang kali ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, dan yang paling parah terkena dampak gelombang di Pantai Depok dan Pantai Baru, kemudian di Samas itu perahu-perahu pada bergelimpangan," katanya.

Bambang mengatakan meski musim ini dilanda gelombang tinggi, tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke pantai selatan, sebab fenomena tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri.

"Sebetulnya kalau saat bulan puasa seperti tahun-tahun lalu pengunjung pantai jarang sekali, hampir tidak ada, namun karena ada ombak tinggi justru ada wisatawan, karena mereka ingin tahu," kata Bambang Legowo.



Sumber ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X