Kompas.com - 14/06/2016, 16:47 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru-baru ini, postingan Instagram sebuah operator tur di Kalimantan Timur membuat geram netizen. Tampak turis sedang mengelus, bahkan menunggangi hiu paus. Dua hal itu adalah segelintir larangan saat berenang dengan hewan dilindungi itu.

Di Indonesia, hiu paus adalah hewan yang dilindungi penuh. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18/KEPMEN-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Hiu Paus (Rhincodon typus).

Namun seiring maraknya media sosial dan open trip, wisata hiu paus semakin digemari turis. Hiu paus (Rhincodon typus) adalah jenis hiu terbesar di dunia, dengan panjang tubuh mencapai 20 meter saat dewasa. Indonesia punya beberapa spot hiu paus antara lain Talisayan (Berau, Kaltim), Teluk Kwatisore (Taman Nasional Cenderawasih, Papua), serta Botubarani (Bone Belango, Gorontalo).

(BACA: Jangan Dekat-dekat, Hiu Paus Bukan Hewan Peliharaan...)

Sedikitnya ada dua risiko saat turis menyentuh atau menunggangi hiu paus. Hal itu dikemukakan Project Leader Whale Shark Indonesia, Mahardika Rizki.

"Pertama, kibasan ekor hiu paus cukup kuat dan berisiko tinggi saat menghantam tubuh wisatawan. Kedua, sisik plakoid dari hiu paus bertekstur tajam sehingga bisa melukai tubuh wisatawan," tuturnya kepada KompasTravel, Selasa (14/6/2016). 

Bagaimana dengan si hiu paus? Mungkin interaksi jarak dekat tidak terlihat memiliki dampak buruk jika dilihat secara langsung.

"Namun kontak dekat ini akan mengubah perilaku hiu paus dengan tidak takut dekat dengan manusia. Terlebih jika diberi makan, mereka akan mendekat. Hal ini akan berbahaya jika ada manusia yang memiliki niat untuk memburu hiu paus," paparnya.

Sah-sah saja bila Anda ingin berinteraksi langsung dengan hiu paus. Namun, Anda harus mematuhi code of conduct yang dihimpun pemerintah dan organisasi lingkungan seperti World Wildlife Fund (WWF). Hal ini harus diperhatikan baik untuk wisatawan, operator tur, maupun pengelola tempat wisata.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan lewat Ditjen KP3K - KKP mengeluarkan Pedoman Wisata Hiu Paus:

1. Jumlah perahu/kapal harus dibatasi dan telah memiliki izin resmi dari pengelola.

2. Kecepatan kapal ketika mendekati kelompok hiu paus harus disesuaikan, 10 knot jarak 1 mil dan 2 knot jarak 50 meter.

3. Perahu/kapal berhenti pada jarak minimum 30 meter dari hiu paus.

4. Jumlah maksimum diving/swimming adalah tujuh orang. Enam orang wisatawan dan satu orang pemandu.

5. Pemandu masuk air terlebih dahulu secara perlahan, kemudian diikuti oleh pengunjung.

SURJATUN WIDJAJA Penyelam bersama hiu paus (whale shark) di Teluk Cendrawasih, Papua Barat, Senin (17/8/2015).
6. Durasi interaksi diving dan swimming dengan hiu paus maksimal 15 menit untuk tiap grup.

7. Durasi untuk watching hiu paus maksimal 60 menit untuk tiap kapal.

8. Pengunjung tidak diperkenankan menyentuh hiu paus.

9. Pengunjung tidak diperkenankan memberi makan hiu paus.

10. Pengambilan foto hiu paus tanpa bantuan lampu kilat (blitz).

11. Pengunjung harus mengikuti seluruh petunjuk dan arahan pemandu.

 Selain itu, WWF bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Cenderawasih, Papua juga bekerja sama membuat code of conduct sebagai berikut:

SEBELUM (BEFORE)

1. Pemandu harus melakukan briefing singkat (10-15 menit) sebelum tamu masuk ke air. Isi dari briefing harus mencakup ucapan selamat datang dan perkenalan diri, pengaturan waktu dan destinasi, pengenalan terhadap hiu paus, aturan untuk berinteraksi dengan hiu paus, dan undangan untuk bertanya. Briefing dapat dilakukan dalam perjalanan menuju bagan.

SURJATUN WIDJAJA Menyelam bersama hiu paus di Teluk Cendrawasih, Papua Barat, Senin (17/8/2015).
2. Ketika berlayar menuju bagan, perahu harus mengatur kecepatan (maksimal 10 knot dalam jarak 1 mil dan 2 knot dalam jarak 50 meter dari bagan) dan menjaga jarak minimal 20 meter dari hiu paus.

3. Dilarang mengeluarkan suara keras, melakukan gerakan yang mendadak, dan mencipratkan air yang dapat memprovokasi/mengganggu hiu paus.

4. Penggunaan scuba dibatasi. Maksimal 2 pengguna scuba dalam 1 grup. Namun, dihimbau untuk tidak menggunakan scuba.

5. Dilarang menyentuh dan/atau mengejar hiu paus secara aktif. Bila snorkeler didekati oleh hiu paus, snorkeler harus tetap tenang dan berenang ke samping.

SETELAH (AFTER)

1. Para tamu harus segera berenang kembali menuju perahu sesuai kunjungan.

2. Pemandu harus menjadi orang terakhir yang keluar dari air.

3. Pemandu harus mengumpulkan lembar komentar dari para tamu dan menyerahkan kepada Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Travel Update
Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Travel Update
20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

Travel Update
13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

Travel Tips
Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Travel Update
30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

Jalan Jalan
Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Travel Update
Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Travel Update
5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

Jalan Jalan
3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

Jalan Jalan
20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

Travel Update
Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Travel Update
5 Makna Filosofis Batik Parang yang Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

5 Makna Filosofis Batik Parang yang Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

Jalan Jalan
7 Spot Foto Instagramable di Lotte Alley, Serasa di Korea dan Jepang

7 Spot Foto Instagramable di Lotte Alley, Serasa di Korea dan Jepang

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Buka Lagi Taman Tumbuhan Pemakan Serangga

Kebun Raya Bogor Buka Lagi Taman Tumbuhan Pemakan Serangga

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.