Telur Asin Brebes, Oleh-oleh Favorit Saat Mudik Lewat Jalur Pantura

Kompas.com - 15/06/2016, 19:08 WIB
Telur bebek asin khas Brebes yang dijual pedagang hampir di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2010). Para pedagang telur asin di tempat ini bisa laku menjual 1.500 butir telur asin per hari, dan penjualan melonjak tajam saat memasuki musim liburan atau lebaran yang mencapai 8.000 butir per hari. Telur bebek asin organik dijual seharga Rp 2.200 per butir, sedangkan telur asin bebek biasa seharga Rp 2.000 per butir. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATTelur bebek asin khas Brebes yang dijual pedagang hampir di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2010). Para pedagang telur asin di tempat ini bisa laku menjual 1.500 butir telur asin per hari, dan penjualan melonjak tajam saat memasuki musim liburan atau lebaran yang mencapai 8.000 butir per hari. Telur bebek asin organik dijual seharga Rp 2.200 per butir, sedangkan telur asin bebek biasa seharga Rp 2.000 per butir.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

TELUR asin Brebes selalu menjadi oleh-oleh favorit para pejalan yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura). Lauk yang juga bisa menjadi makanan selingan ini mudah ditemui di pusat oleh-oleh di jalur tersebut, semisal di Jalan Diponegoro, Brebes.

Satu di antara tiga puluhan toko oleh-oleh di kawasan ini yang menjual telur asin adalah HTM Jaya milik Khomarudin (52).

"Keluarga kami memulai usaha pembuatan dan menjual telur asin sejak 1970-an," ungkapnya.

Telur asin buatan Khomarudin memang istimewa. Warna kuning pada telur asin yang dihasilkan lebih pekat dan masir (berminyak).

Rasa yang dimiliki pun dominan gurih dan tidak terlalu asin. Khomarudin mengatakan, tak mudah menghasilkan telur asin yang punya takaran pas.

Semua harus dimulai dari proses penyortiran telur dan pemilihan bahan-bahan yang digunakan.

"Mulai dari menyortir, membersihkan telur sampai memasak kami lakukan secara manual sehingga kualitasnya terjaga," kata dia.

Tribun Jateng/Fajar Eko Nugroho telur asin Brebes
Suami Dinah (45) ini mengatakan, untuk membuat telur asin, pihaknya tak hanya menggunakan telur lokal daerah Brebes. Dia juga mendatangkan telur bebek dari wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

"Sebetulnya, kualitas telur bebek di Brebes itu baik karena makanan bebek lokal berupa kerang laut dicampur bekatul. Tapi, karena jumlahnya sedikit, kami harus mendatangkan dari luar. Telur bebek dari Mojokerto yang tak kalah bagus karena bebek di sana diberi makanan yang merupakan campuran dari bekatul, ikan asin dan dedaunan hijau," terang dia.

Khomarudin menyediakan tiga varian telur asin, yakni rasa klasik (telur asin biasa), telur bakar dan telur asap. Ketiganya memiliki perbedaan rasa pada bagian putih telur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X