Kompas.com - 16/06/2016, 06:08 WIB
Shukree bin Jafar, warga Hilal Street. Hilal Street sejak lama menjadi pusat jajan makanan halal di Chiang Mai, Thailand. KOMPAS.COM/JOSEPHUS PRIMUSShukree bin Jafar, warga Hilal Street. Hilal Street sejak lama menjadi pusat jajan makanan halal di Chiang Mai, Thailand.
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Wajah Mohd. Shukreen bin Jafar berbinar waktu bercerita tentang turis Indonesia yang bertandang ke Chiang Mai, Thailand. Siang itu, Jumat (10/6/2016), di dekat Masjid Hidayatul Islam,  Lorong Banhaw, Chiang Mai, Shukree berkata, "Makin hari makin banyak orang Indonesia ke sini."

Shukree tidak memungkiri bahwa program wisata halal yang didengungkan pemerintah Thailand sejak setahu silam mendapat respons positif. Khususnya, dari negara-negara yang memunyai penduduk  beragama Islam di kawasan Asia Tenggara.

"Sampai kini, turis asal Malaysia paling banyak," tutur bapak tiga anak perempuan ini.

Boleh jadi, dari segi transportasi, turis Malaysia relatif mendapat kemudahan. Pasalnya, ada jalan darat yang menghubungkan Malaysia dan Thailand.

(BACA: Pelesir ke Chiang Mai saat Ramadhan, Mengapa Tidak?)

Namun begitu, yang paling menentukan adalah adanya transportasi udara langsung menuju Chiang Mai. Ketimbang Indonesia, Malaysia sudah melakukan upaya itu.

"Coba ada penerbangan langsung  dari Indonesia ke Chiang Mai. Pasti lebih banyak turis Indonesia yang ke sini," kata Shukree, pria kelahiran Provinsi Pattani, di Thailand selatan ini.

Sebagai perbandingan, setiap hari ada tiga penerbangan dari Malaysia, khususnya dari Kuala Lumpur langsung ke Bandara Internasional Chiang Mai.

Pesawat pengangkut penumpang itu adalah berjenis badan lebar seperti Boeing dan Airbus. "Kalau setiap kali angkut ada seratus penumpang, berapa turis Malaysia yang datang ke sini," tuturnya.

KOMPAS.COM/JOSEPHUS PRIMUS Pasar Malam Chiang Mai di Thailand, Selasa (7/6/2016).
Catatan pemerintah Thailand melalui Kementerian Pariwisata menunjukkan kedatangan turis asal Asia Tenggara sepanjang satu tahun silam menyentuh angka 496.226 orang. Angka ini sejatinya turun 5,7 persen ketimbang pencapaian pada 2014 lalu sebesar 497.592 orang.

Lalu, pencapaian pada 2014 itu pun menunjukkan penurunan 16,27 persen. Soalnya, pada 2013, jumlah turis Asia Tenggara yang melancong ke Thailand mencapai 594.251 orang.

(BACA: Berolahraga Sembari Pelesiran, Thailand Tempatnya)

Lantaran penurunan itulah, pemerintah Thailand tidak tinggal diam. Pada 2015 lalu, pemerintah Thailand menggelar Thailand Travel Mart (TTM) 2015 dengan tema wisata halal. Lalu, pada 2016, TTM+ 2016 mengusung tema pariwisata olahraga. Acara itu dilaksanakan di Chiang Mai pada 8 sampai dengan 10 Juni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Jalan Jalan
6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

Jalan Jalan
Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Travel Update
5 Penginapan di Sentul dengan Pemandangan Alam, Cocok untuk Keluarga

5 Penginapan di Sentul dengan Pemandangan Alam, Cocok untuk Keluarga

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Aktivitas di Mal dan Bioskop untuk Wilayah Jabodetabek

Aturan Terbaru Aktivitas di Mal dan Bioskop untuk Wilayah Jabodetabek

Travel Update
 5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

Jalan Jalan
10 Restoran Termahal di Dunia, Harga Menunya Rp 24,9 Juta per Orang

10 Restoran Termahal di Dunia, Harga Menunya Rp 24,9 Juta per Orang

Jalan Jalan
52 Kantor Imigrasi Ini Sudah Bisa Terbitkan Paspor Elektronik

52 Kantor Imigrasi Ini Sudah Bisa Terbitkan Paspor Elektronik

Travel Update
Rute ke Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan

Rute ke Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan

Travel Tips
Sandiaga Minta Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung ke Jepang

Sandiaga Minta Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung ke Jepang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.