Toilet di Destinasi Wisata NTB Masih Minim

Kompas.com - 18/06/2016, 12:15 WIB
Wisatawan berkunjung ke Gili Trawangan, Lombok, Kamis (4/2/2016). Gili Trawangan adalah pulau dengan kunjungan wisata tertinggi di antara pulau lainnya, seperti Gili Air dan Gili Meno, serta menjadi andalan wisata Nusa Tenggara Barat. KOMPAS/LASTI KURNIAWisatawan berkunjung ke Gili Trawangan, Lombok, Kamis (4/2/2016). Gili Trawangan adalah pulau dengan kunjungan wisata tertinggi di antara pulau lainnya, seperti Gili Air dan Gili Meno, serta menjadi andalan wisata Nusa Tenggara Barat.
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS.com - Pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat mengeluhkan masih minimnya sarana infrastruktur penunjang seperti toilet dan kamar ganti di sejumlah obyek wisata di daerah itu.

"Kita ambil contoh saja di obyek wisata sekelas Gili Trawangan, untuk kamar ganti pakaian bagi wisatawan dan toilet saja kita susah dapatkan. Kalau pun ada kondisinya sudah rusak," kata Pengurus Asita NTB, Haris di Mataram, Jumat (17/6/2016).

Menurut Haris, meski terlihat sepele, namun bagi wisatawan tersedianya toilet dan kamar ganti sangat penting ketika berada di sebuah destinasi wisata.

"Mengapa ini (toilet dan kamar ganti) penting, karena itulah yang dicari wisatawan ketika berada di destinasi wisata. Tanpa ada itu di obyek wisata maka wisatawan pun enggan untuk datang kembali," katanya.

Ia mengatakan, minimnya fasilitas toilet dan kamar ganti itu tidak hanya di obyek wisata sekelas Gili Trawangan. Tetapi, di tempat wisata lain juga mengalami nasib yang sama.

Menanggapi itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal tidak memungkiri jika di sejumlah destinasi wisata, terlebih sekelas di Gili Trawangan masih tanpa toilet.

Namun, Faozal menegaskan, tahun ini pihaknya telah mengalokasikan 18 paket pengerjaan revitalisasi kawasan wisata, termasuk di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara.

Selain itu, beberapa destinasi lain seperti di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pantai Kuta dan pantai Aan di Kabupaten Lombok Tengah yang merupakan bagian dari destinasi wisata terpadu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Selanjutnya pantai Ampenan di Kota Mataram, Senggigi Lombok Barat, Aik Nyet di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Tahun 2015, Pemerintah Provinsi NTB merevitalisasi 30 paket destinasi wisata, menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Perubahan sebesar Rp 8,5 miliar. Selain bantuan dari alokasi APBD, NTB juga dibantu pemerintah pusat melalui alokasi dana APBN sebesar Rp 10 miliar yang akan diberikan kepada tujuh kabupaten/kota.

Sebanyak 30 paket revitalisasi destinasi wisata itu, di antaranya berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X