Lenjongan, Jajanan Manis Khas Solo - Kompas.com

Lenjongan, Jajanan Manis Khas Solo

Kompas.com - 19/06/2016, 17:05 WIB
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO Ini namanya Lenjongan, terdiri dari beberapa macam jajanan, yakni tiwul, ketan ireng, ketan putih, gethuk, sawut, cenil, dan klepon.

BAGI sebagian masyarakat, Pasar Gede Harjonagoro Solo bukan sekadar tempat berbelanja melainkan juga untuk berwisata kuliner. Berbagai kuliner tradisional lain yang bisa dibeli di Pasar Gede, di antaranya, lenjongan.

Apa itu lenjongan? Lenjongan terdiri dari beberapa macam makanan, misalnya tiwul, ketan ireng, ketan putih, gethuk, sawut, cenil, dan klepon.

Hampir semua jenis makanan itu termasuk jajanan pasar yang berasa manis. Harga seporsi lenjongan lengkap, Rp 4.000 per bungkus. Cara penyajiannya ditaburi dengan kelapa parut.

"Lenjongan ini tidak pakai pengawet, tidak pakai pewarna buatan," kata penjual lenjongan di Pasar Gede, Ny Suminem kepada Tribunnews.com.

Suminem mengaku telah berjualan lenjongan selama 30 tahun bersama anaknya. Bagi warga Kota Solo, lenjongan termasuk kudapan favorit.

Pecel Ndeso

Selain lenjongan, kuliner tradisional lain yang bisa dibeli di Pasar Gede, di antaranya, pecel ndeso, dan cabuk rambak.

Cabuk rambak adalah kuliner khas Solo, yang disajikan di selembar pincuk daun pisang. Isinya adalah irisan ketupat kelapa), dilengkapi kerupuk beras atau karak.

Sedangkan pecel ndeso, memakai nasi dari beras merah yang diberi bermacam-macam sayuran rebusan yang biasa digunakan untuk menu pecel, antara lain, taoge, daun pepaya, kenikir dan daun bayam, serta kacang panjang.


EditorNi Luh Made Pertiwi F

Close Ads X