Kompas.com - 25/06/2016, 19:04 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

 Empal Gentong menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya. Di restoran ini, Anda juga bisa mencicipi Empal Asem yang lebih segar. Ini karena empal gentong menggunakan kuah santan, sementara empal asem menggunakan kuah bening lengkap dengan potongan belimbing wuluh.

Selain empal gentong dan empal asem, restoran Haji Apud juga punya hidangan nasi lengko. Seporsi nasi campur tahu, tempe, tauge, kucai dan siraman bumbu kacang ini biasa disajikan dengan sate kambing muda.

Hari 2

Sebelum beraktivitas di hari kedua, saatnya mengisi perut di gerai Nasi Jamblang Bu Nur. Berlokasi di Jalan Cangkring II No 34, Anda bisa mencicipi nasi beralas daun jati itu dengan aneka jenis lauk.

Sekitar 30 jenis lauk tersaji depan mata. Mulai dari sayur tahu, tempe goreng, paru goreng, semur telor, sate kerang, cumi blakutak, aneka jenis perkedel, pepes, semur daging, sampai otak sapi goreng.

Cumi blakutak, otak sapi, sate kentang, dan pepes telur asin adalah beberapa lauk favorit di gerai ini.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Nasi Jamblang Khas Cirebon
Hari kedua ini, ada baiknya Anda bertolak ke Kabupaten Kuningan yang terletak sekitar 1 jam dari Kota Cirebon. Selain Museum Linggarjati, destinasi wajib di Kuningan adalah Kolam Ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan.

Kolam Ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana. Kolam yang dihuni ikan dewa atau Kanra Bodas (Labeobarbus doumensis) adalah satu-satunya di Indonesia. Konon ikan-ikan ini dibawa oleh Wali Songo saat datang ke Cibulan.

Ervan Hardoko/Kompas.com Salah satu kolam di obyek wisata Cibulan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kolam ini dipenuhi ikan yang diyakini masyarakat setempat sebagai titisan para pengikut Prabu Siliwangi.
Kemudian, para murid pun meninggalkan tujuh sumur yang mereka gunakan untuk berwudhu. Posisi tujuh sumur itu mengelilingi petilasan yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai bekas semedi Prabu Siliwangi.

Masih di Kuningan, bertolaklah ke Jalan Raya Luragung untuk mencicipi Nasi Kasreng. Pada dasarnya ini adalah nasi yang dulu jdi santapan sehari-hari para petani. Nasi putih dinikmati dengan berbagai lauk mulai dari ikan paray, pepes ikan, sambal, lalapan, gorengan, juga udang rebon.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.