Kompas.com - 27/06/2016, 06:11 WIB
Kegiatan anak-anak di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini cuma 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara satu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKegiatan anak-anak di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini cuma 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara satu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan.
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan wisata bahari Indonesia harus bangkit karena negeri ini tiga perempat wilayahnya adalah maritim dengan kekayaan laut dan keindahan panorama yang tidak tertandingi.

"Wisata bahari harus bangkit menjadi kekuatan Indonesia," katanya di Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Arief Yahya melakukan serangkaian terobosan untuk percepatan pembangunan wisata bahari dan membagi menjadi tiga bidang, yakni "coastal zone" atau wisata bentang pantai, "sea zone" atau wisata laut dan bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya, dan "underwater" melalui wisata bawah laut seperti diving (menyelam) dan snorkeling.

Salah sati bentuk aktivitas penjualan paket wisata bahari adalah dengan menggelar "sales mission diving" wisata bahari yang diadakan di Singapura pada 22 Juni lalu.

Misi penjualan itu bertujuan mempromosikan pariwisata Indonesia, paket-paket wisata bahari di destinasi-destinasi dengan spot diving unggulan Indonesia, sekaligus upaya pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini sebesar 12 juta orang.

Wisata selam di Indonesia, katanya, tumbuh dalam lima tahun belakangan ini.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Destinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.
Masuk dalam kawasan "The Coral Triangle" dengan kekayaan bawah laut terindah dan terlengkap menjadikan Indonesia target para penyelam dunia maupun domestik.

Indonesia juga memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 lokasi menyelam, tersebar dari Aceh sampai Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Filipina.

Dunia juga mengakui Indonesia memiliki beberapa diving spot terbaik dunia, antara lain Raja Ampat, Pulau Komodo, Derawan, Togean, Wakatobi, Gili Air, dan Bunaken.

Arief mengatakan Singapura bisa jadi pasar potensial bagi promosi paket-paket diving di banyak spot itu.

Halaman:


Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X