Kompas.com - 18/07/2016, 15:11 WIB
Salah satu jenis Pokemon yang langka didapati di Pokestop Pintu II Gelora Bung Karno oleh pemain Pokemon Go, Minggu (17/7/2016). Sejumlah Pokestop disebar di titik-titik tertentu yang biasanya jadi pusat keramaian, seperti Monas. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASalah satu jenis Pokemon yang langka didapati di Pokestop Pintu II Gelora Bung Karno oleh pemain Pokemon Go, Minggu (17/7/2016). Sejumlah Pokestop disebar di titik-titik tertentu yang biasanya jadi pusat keramaian, seperti Monas.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Demam pokemon di masyarakat ternyata dianggap positif dari segi pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan mendukung jika permainan ini dimanfaatkan untuk mendorong gairah pariwisata Indonesia.

"Pemerintah umumnya normatif. Biasanya yang keterlaluan memang dilarang. Kalau saya biasa saja. Kalau main-main ya main. Saya setuju dengan adanya pokemon. Dari segi Kemenpar ini menguntungkan," kata Arief di Jakarta, Senin (18/7/2016).

(BACA: Jalan-jalan di Monas Sambil Berburu Pokemon, Ini Contekannya...)

Ia mengatakan pokemon menguntungkan apabila dapat menunjukkan destinasi pariwisata Indonesia. "Apalagi jika diberikan reward dan publikasi," ungkap Arief.

Permainan pokemon kian populer dalam satu bulan terakhir. Padahal aplikasi pokemon sendiri, di Indonesia sampai saat ini masih belum diluncurkan secara resmi.

(BACA: Wow, Ada Banyak Pokemon Bisa Diburu di Kota Tua Jakarta)

Beberapa penyelenggara mulai mengajak masyarakat berburu pokemon di obyek wisata atau gedung-gedung ternama seperti Museum Nasional, Balai Kota Jakarta, dan Mall Central Park.

Tak menutup kemungkinan demam pokemon akan terus meningkat dan merambah kota-kota lain di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.