Mau Liburan Mewah atau "Backpacker" ke Sumba? Bisa!

Kompas.com - 20/07/2016, 05:16 WIB
Para pria mengikuti tradisi Pasola, perang di atas kuda di Desa Ratenggaro, Sumba, NTT, 22 Maret 2014. Pasola dirayakan untuk menyambut masa panen. Biasa dilakukan untuk memulai masa tanam. AFP PHOTO / ROMEO GACADPara pria mengikuti tradisi Pasola, perang di atas kuda di Desa Ratenggaro, Sumba, NTT, 22 Maret 2014. Pasola dirayakan untuk menyambut masa panen. Biasa dilakukan untuk memulai masa tanam.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - "Sumba bukan Sumbawa!" ujar James McBride, Managing Partner Nihiwatu saat acara jumpa pers 'Nihiwatu Resort Terpilih Sebagai Hotel Terbaik Dunia' di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Dia "gemas" lantaran selama ini banyak yang mengira jika Sumba dan Sumbawa sama. Padahal keduanya adalah pulau berbeda, provinsi berlainan, dan jarak yang jauh pula.

Perlu dicatat jika Sumbawa terletak di Nusa Tenggara Barat dan Sumba terletak di Nusa Tenggara Timur. Sumba menyimpan banyak pesona. Mulai dari pantai perawan dengan air biru jernih, pasir putih, dan ombak bergulung yang cocok untuk berselancar sampai kebudayaan yang layak dieksplor dengan berkunjung ke kampung adat dan festival rakyat.

(BACA: Nihiwatu Sumba, Inilah Hotel Terbaik di Dunia)

Akses menuju Sumba juga sebenarnya tak sulit. "Dalam sehari selalu ada penerbangan untuk ke Sumba dari Bali," ungkap Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole.

Dari pantauan KompasTravel, maskapai Garuda Indonesia melayani penerbangan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Tambolaka, Sumba setiap hari dengan jadwal penerbangan pukul 13.00.

Selain Garuda ada pula Wings Air yang melayani rute Denpasar ke Tambolaka, Sumba setiap hari pukul 11.45. Penerbangan dari Bali ke Sumba memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA Kampung adat Tarung, Waikabubak, Nusa Tenggara Timur.
Untuk akomodasi tak perlu khawatir. Ingin liburan santai dengan resort kelas dunia, Sumba punya Nihiwatu Resort yang mendapat predikat sebagai hotel terbaik di dunia tahun 2016 dari majalah Travel + Leisure.

"Di kota Sumba ada empat hotel yang bukan berbintang. Kalau ingin lebih hemat bisa menginap di homestay rumah-rumah penduduk," saran Agustinus.

(BACA: Wisatawan Jakarta, Anda Dibidik Nihiwatu, Hotel Terbaik Dunia di Sumba)

Waktu terbaik untuk mengunjungi Sumba jatuh pada bulan Juli. "Bulan Juli itu di pantai paling bagus. Apalagi untuk surfing. Cuacanya juga cerah di bulan Juli," kata Agustinus.

Ketua Bapeda Sumba Barat, Alosera mengatakan jika tahun 2015, daerah Sumba Barat masih lebih diminati wisatawan mancanegara daripada wisatawan domestik.

"Ada 9.000 wisatawan mancanegara dan 4.000 wisatawan domestik yang berkunjung tahun kemarin," kata Alosera.

Agustinus menambahkan wisatawan dari Perancis, Jerman, Jepang, dan Singapura adalah wisatawan yang paling banyak berkunjung ke Sumba. Jadi kapan Anda berkunjung ke Sumba? 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X