Kompas.com - 21/07/2016, 15:14 WIB
Staf Ahli Bidang Kemaritiman Kementerian Pariwisata, Samsul Nusa menyematkan syal kepada salah satu wisatawan China yang transit sebelum menuju Bali di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (27/9/2015). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOStaf Ahli Bidang Kemaritiman Kementerian Pariwisata, Samsul Nusa menyematkan syal kepada salah satu wisatawan China yang transit sebelum menuju Bali di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (27/9/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisatawan mancanegara adalah salah satu sumber devisa negara. Pembelanjaan mereka di Indonesia memberi sumbangsih pada pendapatan negara yang memiliki imbas langsung terhadap hajat hidup rakyat Indonesia. Tak heran berbagai upaya pemasaran dilakukan untuk mendorong wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

"Ketika bicara tentang wisata secara keseluruhan 60 persen wisatawan asing datang ke Indonesia motivasinya untuk kebudayaaan, lalu 30 persen termotivasi oleh alam, dan lima persen termotivasi oleh buatan seperti golfing, cycling. Tapi perlu diingat tak ada wisatawan yang datang ke suatu tujuan dengan satu motivasi. Perlu diingat juga kalau datang ke Indonesia mereka pasti belanja," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana.

Selanjutnya Pitana di sela acara jumpa pers logo Wonderful Indonesia hadir di Galeries Lafayette, Mal Pacific Place, Jakarta, Rabu (20/7/2016), menjelaskan jika diukur dari jumlah belanja terbesar, ada dua wisman yang paling royal. Mereka adalah wisatawan dari Uni Emirat Arab dan China.

"Wisatawan Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab paling tinggi jumlah belanjanya, tetapi jumlah mereka sangat sedikit. Kedua ada China yang dipersepsikan rendah tapi ternyata sebagian dari mereka adalah kelas high end (kelas menengah atas)," kata Pitana.

Pitana membeberkan fakta unik tentang wisatawan asal China yang ternyata irit dalam soal akomodasi dan transportasi tapi sangat royal untuk belanja suvenir.

"Berdasarkan data dari 1,3 juta yang datang tahun 2015 sekitar 20 sampai 30 persennya adalah high end. Terutama bagi mereka wisatawan yang repeater (bukan pertama kali ke Indonesia). Jangan kira wisatawan China yang massal itu semua kelas rendahan," kata Pitana.

Pitana memaparkan, wisatawan China gemar akan suvenir bermerek mahal karena dianggap prestise atau memberi kebanggaan. "Di Indonesia barang bermerek yang sama bisa dijual lebih murah dari negara mereka (China)," tambah Pitana. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Travel Update
Tempat Wisata di Luar Lembaga Konservasi Dilarang Sajikan Atraksi Lumba-lumba

Tempat Wisata di Luar Lembaga Konservasi Dilarang Sajikan Atraksi Lumba-lumba

Travel Update
5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

Jalan Jalan
5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

Jalan Jalan
Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X