Kompas.com - 23/07/2016, 11:25 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

BINTAN, KOMPAS.com - Suasana riuh nan akrab berlangsung guyub di sebuah kedai kopi bernama "Hawaii", di Pasar Berdikari, Kijang, Bintan, Kepulauan Riau. Para pengunjung asyik bercengkerama satu sama lain seraya menyeruput kopi, dan kudapan ringan.

Tak nampak satu pun dari mereka yang memainkan gawai, kecuali saya dan rekan jurnalis lain yang mengabadikan suasana kedai.

Tak ada jaringan dan koneksi internet nir-kabel yang membuat keakraban sulit terjalin. Tak ada pula colokan listrik yang menyebabkan interaksi sosial sulit tercipta.

Sungguh, sebuah pemandangan langka bagi kami, karena para pengunjung dari berbagai latar belakang berbeda usia, etnis, ras, dan profesi berbaur jadi satu. Saling salam, saling sapa.

Ada Melayu, China, Arab, pegawai kantoran, pebisnis, pelajar, ibu rumah tangga, bahkan sesama pedagang kudapan bertemu dalam ikatan emosional melalui secangkir kopi. Siang yang dingin, dan basah karena guyuran hujan tadi menjadi hangat. 

Hilda B Alexander/Kompas.com Suasana di Kedai Kopi Hawaii, Pasar Kijang, Kepulauan Riau
"Kedai ini dijadikan tempat bertemu segala macam orang. Selain menikmati kopi O sebagai hidangan khasnya, juga membicarakan hal lain seperti bisnis atau pekerjaan," seru Sales Manager Swiss-Belhotel Lagoi Bay, Bintan, Kasim, kepada KompasTravel, Jumat (22/7/2016).

Kendati rupa kedai ini sangat sederhana dan merupakan bangunan tua, namun masyarakat sekitar dan para wisatawan terus berdatangan. 

Sejak dibuka pagi hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, kedai ini tak pernah sepi pengunjung. 

"Orang mencari kopi O. Inilah hal paling orisinal dari Bintan selain kawasan wisatanya yang memesona dan tambang bauksitnya," ujar Kasim.

Kedai kopi Hawaii didirikan lebih dari empat dekade atau sekitar kurun 1960-an. A Eng merintis usaha ini sebelum kemudian diteruskan oleh generasi keduanya, A Tet.

Hilda B Alexander/Kompas.com Suasana di Kedai Kopi Hawaii, Pasar Kijang, Kepulauan Riau.
A Tet pula yang meracik kopi O sebagai menu andalan dan selalu dipesan para tamunya. Dia terlihat gesit dan cekatan mencampur kopi, gula, dan air panas dengan takaran pas sehingga menghasilkan secangkir kopi beraroma dan berselera. 

Padahal, bahan mentah kopi O andalan A Tet bukan berasal dari Bintan, melainkan dari Jambi. Namun, karena biji kopi tersebut digoreng sendiri dengan sedikit tambahan minyak wijen, rasa yang dihasilkan pun berbeda untuk tidak dikatakan istimewa.

Sebelum disajikan, racikan kopi, gula, atau ditambahkan susu, itu diseduh dalam air panas mendidih selama beberapa menit, selanjutya disaring. 

Cara meracik kopi ini serupa dengan kedai-kedai tradisional lainnya di Pulau Sumatera seperti kedai Kopi Solong, Banda Aceh.

Untuk dapat menghirup harumnya aroma sekaligus kelezatan secangkir kopi O, Anda hanya perlu membayar Rp 4.000. Sementara kopi susu Rp 6.000 per cangkir.

Kasim mengatakan, belum sah ke Bintan kalau belum kena "tuah" kopi O di Kedai Hawaii. Dia kerap dimintai tamu hotel yang berasal dari Jakarta, Singapura, dan Malaysia untuk berkunjung ke kedai ini.

"Mereka memesan dalam bentuk masak untuk dinikmati di tempat sekaligus membawa pulang kopi bubuk yang sekilonya dibanderol Rp 56.000," imbuh Kasim.

Dan memang, ketika KompasTravel mencobanya, perjalanan hampir satu jam dari Bandara Tanjung Pinang, terbayarkan oleh orisinalitas khas Bintan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.