Gema Perajin Gamelan Sukoharjo

Kompas.com - 26/07/2016, 09:04 WIB
Pekerja tengah memanaskan bahan gamelan yang terbuat dari tembaga dan timah di salah satu rumah pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sentra pembuatan gamelan adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam paket wisata Accor Solo Heritage Cycling. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPekerja tengah memanaskan bahan gamelan yang terbuat dari tembaga dan timah di salah satu rumah pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sentra pembuatan gamelan adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam paket wisata Accor Solo Heritage Cycling.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SUKOHARJO, KOMPAS.com – Bunga-bunga api bertebaran ke segala arah di sebuah ruangan nan temaran. Di lantai yang masih berbahan tanah, seorang pekerja tampak serius memegang dua cagak untuk mengendalikan laju putaran bahan gamelan yang dipanaskan.

Kemudian, lima orang segera merapat dan empat di antaranya memegang palu godam. Sementara, satu lainnya memegang penutup dari kulit pisang yang diarahkan dekat bahan gamelan.

“Tang... Teng... Tung... Tang... Teng... Tung,” begitulah suara yang terdengar.

Hawa panas dari bara api yang memancar berhasil membuat peluh-peluh bercucuran. Perajin gamelan terus melakukan rutinitasnya sampai menjelang sore hari.

Dari mulai lempengan bahan gamelan berbahan tembaga dan besi, dipanaskan di bara api, dibentuk menjadi gamelan, dan kembali ke fase dipanaskan. Jika telah memiliki bentuk, gamelan akan dihaluskan menggunakan mesin gerinda.

Sesama perajin gamelan terlihat akrab saat bekerja di tempat yang bisa disebut bengkel itu. Tak jarang mereka bercanda tawa di tengah hawa panas ruangan gelap itu.

Itulah yang aktivitas yang tampak di rumah pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (21/7/2016) lalu. Sebuah desa yang telah dikenal sebagai penghasil gamelan sejak dulu.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pekerja tengah mengangkat bahan gamelan yang terbuat dari tembaga dan timah setelah dipanaskan di salah satu rumah pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sentra pembuatan gamelan adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam paket wisata Accor Solo Heritage Cycling.
Pemandu wisata paket wisata Accor Solo Heritage Cycling, Sugianto, mengatakan perajin gamelan Pak Saroyo misalnya, lebih dari 15 tahun membuat gamelan. Di rumah pembuatan gamelan Saroyo, wisatawan bisa masuk dan melihat proses pembuatan gamelan.

KompasTravel sempat datang dan melihat pembuatan gamelan di rumah Pak Saroyo ketika mengikuti paket wisata Accor Solo Heritage Cycling beberapa waktu yang lalu. Bengkel pembuatan gamelan berada di belakang rumah Pak Saroyo.

Sejak berada di dalam area rumah Pak Saroyo, bunyi-bunyi besi beradu telah terdengar. Di dalam rumah Pak Saroyo sendiri tergeletak gamelan-gamelan yang telah diproses.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

Travel Tips
Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Travel Update
Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Travel Update
PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Travel Update
Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Travel Update
Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Travel Update
Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Travel Update
Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Travel Update
Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Travel Update
Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Jalan Jalan
Pengembangan Labuan Bajo Ngebut, Persiapan SDM Penting Dilakukan

Pengembangan Labuan Bajo Ngebut, Persiapan SDM Penting Dilakukan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X