Kompas.com - 29/07/2016, 10:04 WIB
Sawah berundak-undak di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (10/4/2013).
KOMPAS/HERU SRI KUMOROSawah berundak-undak di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (10/4/2013).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika tengah berlibur di Bali pekan ini, mengunjungi Festival Budaya Pertanian bisa menjadi pilihan untuk mengisi kegiatan. Anda akan disuguhkan beragam aktivitas seru mulai dari membajak sawah hingga menangkap hewan.

Acara festival sendiri akan berlangsung di areal Jembatan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2016.

"Wisatawan bisa datang dan cicipi makanan yang kita sediakan di festival. Kita juga ajak untuk membajak sawah, menangkap bebek dan babi di satu kolam yang kita buat dari terpal,"  kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan, Sudaratmaja kepada KompasTravel di sela-sela acara launching Lively Legian Beach Festival di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Dalam acara lomba kuliner antar desa wisata dan lomba ukir, lanjut Sudaratmaja, wisatawan juga bisa mencicipi makanan dan buah-buahan yang dilombakan. Tentunya, penyelenggara juga turut menyediakan pojok kuliner yang menyediakan makanan berbasis hasil pertanian seperti asparagus, olahan ikan, dan kopi.

"Untuk menikmati Festival Budaya Pertanian, wisatawan tidak dikenakan biaya masuk. Silakan datang. Kita ajak wisatawan berpartisipasi," tambah Sudaratmaja.

Acara-acara yang ditampilkan dalam Festival Budaya Pertanian adalah pawai budaya dari enam Kecamatan Badung yang berbasis pertanian. Setiap kecamatan akan menampilkan bentuk-bentuk mitologi Dewi Sri dalam bentuk pawai wisata dengan memakai baju adat.

"Setiap kecamatan juga bawa satu ogoh-ogoh dari sayuran dan buah. Tingginya sekitar dua meter dan tetabuhan. Itu di acara pembukaannya tanggal 29 Juli pukul 10.00," tambah Sudaratmaja.

Kegiatan lomba bertema pertanian juga turut meramaikan Festival Budaya Pertanian. Ada lomba lukis, mengukir buah, lomba kuliner antar desa wisata, lomba merangkai bunga, dan lomba mengolah sayur.

Pentas seni wayang kulit, lawak Bali, atraksi membajak sawah, tari topeng, tari joget, dan seni tradisional musik Bali juga ditampilkan dalam festival.

"Acaranya sudah yang kelima. Festival Budaya Pertanian kami rintis atas dasar menjaga keseimbangan wilayah Badung. Hampir semua kegiatan kan di Bali Selatan. Pertanian itu kan roh dari pariwisata. Kita ingin sinergi dengan konsep pertanian kita," kata Sudaratmaja.
 
Penyelenggaraan Festival Budaya Pertanian mengangkat tema “ Bhupalaka Raksa Raksitah”. Menurut Sudaratmaja, diharapkan dengan adanya festival ini bisa membangun spirit budaya pertanian, menginisiasi sinergi pertanian dan pariwisata, munculnya transaksi pertanian serta membangun citra Badung Utara sebagai destinasi wisata alam dan pertanian yang menawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X