Kompas.com - 29/07/2016, 13:02 WIB
Taman Nasional Sebangau merupakan ekosistem rawa gambut yang menjadi habitat beragam fauna antara lain orangutan, bekantan, owa-owa, beruang madu, burung rangkong, monyet ekor panjang, juga 182 jenis burung dan 54 spesies ular. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRITaman Nasional Sebangau merupakan ekosistem rawa gambut yang menjadi habitat beragam fauna antara lain orangutan, bekantan, owa-owa, beruang madu, burung rangkong, monyet ekor panjang, juga 182 jenis burung dan 54 spesies ular.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Belantara Kalimantan dan Sumatera adalah habitat asli orangutan, salah satu satwa endemik Indonesia yang dilindungi. Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah adalah salah satu spot favorit untukbertemu orangutan langsung di habitat aslinya.

Namun, Kalimantan Tengah juga punya taman nasional lain yang menjadi habitat orangutan. Taman Nasional Sebangau, begitu namanya, terletak di tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau.

Taman nasional ini merupakan ekosistem rawa gambut yang menjadi habitat beragam fauna antara lain orangutan, bekantan, owa-owa, beruang madu, burung rangkong, monyet ekor panjang, juga 182 jenis burung dan 54 spesies ular.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tannin yang ada di dalam rawa gambut.

Ada tiga spot riset dan wisata yang berada di masing-masing kota dan kabupaten. Sungai Koran adalah area yang paling dekat dengan perkotaan. Gerbang masuk utamanya adalah Desa Kereng Bangkirai yang terletak sekitar 15 menit perjalanan dari Kota Palangkaraya.

Dari sini, pengunjung bisa menyewa speedboat seharga Rp 500.000 untuk diisi maksimal tiga orang. Selama 3-4 jam, pengunjung akan dibawa berkeliling Sungai Koran yang berwarna hitam. 

Warna hitam Sungai Koran berasal dari kandungan tannin yang tinggi. Sebelum didaulat menjadi Taman Nasional pada 2004, Sebangau merupakan hutan produksi yang dikelola beberapa HPH. Pembalakan liar pun merajalela usai berakhirnya izin HPH di kawasan tersebut. Warna hitam muncul karena tebalnya rawa gambut di bagian dasar sungai.

Sungai Koran didominasi tumbuhan rasau, sejenis pandan yang memiliki duri tajam di bagian daun dan batang. Speedboat akan meliuk di tengah "labirin" rasau. Anda seringkali harus menunduk atau melindungi wajah ketika speedboat melewati jalur yang sempit.

 

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Sungai Koran didominasi tumbuhan rasau, sejenis pandan dengan duri tajam di bagian daun dan batang.

Namun walaupun penuh duri, daun rasau seringkali menjadi "tempat tidur" para orangutan di Taman Nasional Sebangau. Waktu yang tepat untuk bertemu mereka adalah sore hari.

"Sore adalah waktu yang tepat, saat orangutan memetik dedaunan untuk dijadikan 'kasur'. Mereka tidur di tempat berbeda setiap malam," tutur Abdullah, salah satu pemandu TN Sebangau kepada KompasTravel, Rabu (27/7/2016).

KompasTravel sempat bertemu dengan salah satu orangutan penghuni TN Sebangau saat perjalanan pulang dari Pos Jaga Sungai Koran. Speedboat melaju di tengah labirin rasau, hingga tiba-tiba pepohonan di sebelah kiri bergerak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.