Mampir ke Desa Bekonang, Sentra Pembuatan Alkohol sejak Zaman Belanda

Kompas.com - 31/07/2016, 07:03 WIB
Tetes tebu dengan campuran tetes air dan mikroba yang difermentasi dalam gentong-gentong sentra industri alkohol Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoTetes tebu dengan campuran tetes air dan mikroba yang difermentasi dalam gentong-gentong sentra industri alkohol Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Sebagai sebuah sentra industri berbasis rumah tangga, Bekonang punya potensi sebagai obyek wisata. Di sana wisatawan bisa melihat proses pembuatan alkohol dengan kategori penggunaan untuk medis.

"Biasanya alkohol dikirim ke rumah sakit, puskesmas, dan juga bahan-bahan kosmetik," pungkasnya.

Di sana, wisatawan bisa melihat proses pembuatan alkohol yang terbilang masih tradisional. Proses turun temurun yang masih terlihat jelas di dapur rumah-rumah warga Bekonang.

Menyesap bau tetes tebu, mendengar suara gelembung air dalam pipa destilasi, serta melihat pekerja mengolah hasil fermentasi. Walau terkesan kumuh di dapur pembuatan, ilmu pembuatan alkohol berbasis tradisional masih bisa terlihat.

"Orang tua zaman dulu itu hanya tahu saja. Kan dulu ilmu sekolah belum ada. Mereka hanya coba-coba. Kalau tetes tebu itu bisa dicampur mikroba. Bakteri itu kan butuh makan. Nah kemudian makan sisa-sisa gula. Nah pas dicium, air tebunya kok senga, nah baunya nyegrak. Dulu digodok pake gentong," ungkap Sabariyono sambil tertawa.

Kini, industri alkohol Bekonang masih terus berjalan. Bahkan, kini produk tetes tebu Bekonang berevolusi menjadi pupuk cair dan bioetanol.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X