Ketika Manajer hingga "Office Boy" ke Cartensz Pyramid, Puncak Tertinggi di Indonesia

Kompas.com - 01/08/2016, 10:28 WIB
Kompas Video Menapak Cartensz Pyramid, Puncak Tertinggi di Indonesia
|
EditorFikria Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 5 orang anggota Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, berhasil menapakkan kaki di Cartensz Pyramid, puncak tertinggi di Indonesia, Sabtu (7/5/2016). Cartensz Pyramid di Papua yang memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut, adalah salah satu puncak yang masuk dalam daftar 7 puncak gunung tertinggi di dunia.

Kelima orang tersebut bukan pendaki profesional, melainkan para pekerja yang menduduki kepala bagian, kepala divisi, fungsional, dan seorang office boy di PT Surveyor Indonesia, yang melakukan ekspedisi untuk kado ulang tahun ke-25 perusahaan mereka yang jatuh pada 1 Agutus. Ekspedisi dipandu oleh 4 orang pendaki dari Mapala UI.

Ekspedisi memakan waktu 16 hari perjalanan. Dimulai pada 28 April hingga 13 Mei 2016. Pendakian dipilih melewati Jalur Sugapa di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Mereka memilih jalur tersebut karena merupakan rute yang biasa dilalui penyedia jasa pemandu pendakian Cartensz.

Trekking hari pertama dimulai dari Desa Swanggama pada 30 April melintasi medan hutan hujan basah dan sungai hingga hari kelima. saat trekking hari kelima, tim sempat diterpa hujan es. Kondisi cuaca tersebut tetap memungkinkan mereka untuk terus melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Lembah Danau-Danau.

Pada hari ketujuh, tim tiba di Basecamp Lembah Danau-Danau dengan medan berupa batuan di ketinggian 4.200 meter di atas permukaan laut. Di lembah inilah tim melakukan aklimatisasi, penyesuaian fisiologis di ketinggian selama satu hari, sekaligus persiapan untuk summit attack ke puncak Cartensz Pyramid.

"Rata-rata trekking 8 jam sehari dengan jarak tempuh 10-15 kilometer. Dari Desa Swanggama hingga Lembah Danau-Danau total jarak tempuh 65 kilometer," kata Fitri Agungnugroho, Kepala Bagian Operasi PT Surveyor Indonesia, yang menjadi bagian dalam tim pendakian.

Pada hari kesembilan, yaitu pada Sabtu (7/5/2016) pukul 02.00 dini hari, tim memulai pemanjatan summit attack dan berhasil menginjakkan kaki dengan selamat di puncak Cartensz Pyramid pukul 13.00 WIT.

"Padahal sebelum trekking ke puncak, malamnya pukul 19.00 basecamp kena hujan deras, tapi menjelang dini hari pukul 01.00 tiba-tiba angin kencang, dan langit cerah, kamipun bisa mendaki ke puncak," terang Fitri.

MAHENDRATA SAMBODHO - SURVEYOR INDONESIA Tim Adventure and Rescue Team, Surveyor Indonesia, berhasil menapakkan kaki di Cartensz Pyramid, puncak tertinggi di Indonesia, Sabtu (7/5/2016). Cartensz Pyramid di Papua yang memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut, adalah salah satu puncak yang masuk dalam daftar 7 puncak gunung tertinggi di dunia.
Terwujud

Ekspedisi telah dipersiapkan selama satu tahun. Lima orang yang mendaki, dipilih secara alami dalam berbagai kegiatan di klub Adventure & Rescue Team.

Latihan fisik menjadi bagian yang wajib, dan semakin rutin dilakukan saat bulan-bulan terakhir menjelang keberangkatan. "Hampir tiap hari latihan fisik di Gelora Bung Karno dan di (sekretariat) Mapala UI," kata Fitri.

Ada pengalaman yang menurutnya bisa dipetik dari ekspedisi ini. Dia dan timnya bukanlah pendaki profesional, tapi tekad dan semangat menyakinkan mereka bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan.

"Kami punya mimpi dan cita-cita, ternyata kalau berusaha, tidak ada yang tidak mungkin. Pendakian ini juga sekaligus membangun motivasi kami, kami yakin bisa, dan ternyata terwujud," ujarnya.

MAHENDRATA SAMBODHO - SURVEYOR INDONESIA Tim Adventure and Rescue Team, Surveyor Indonesia, melakukan pendakian ke Cartensz Pyramid, puncak tertinggi di Indonesia, Sabtu (7/5/2016). Cartensz Pyramid di Papua yang memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut, adalah salah satu puncak yang masuk dalam daftar 7 puncak gunung tertinggi di dunia.
Porter

Tim juga bisa belajar dari karakter penduduk lokal. Meskipun di tiap perhentian atau desa mereka dipalang dan dimintai banyak uang, tapi tim sudah siap, dan Fitri bisa memakluminya karena adanya rentang dan kacamata budaya yang berbeda antara tim dengan penduduk lokal.

Paling penting dalam pendakian ke Cartensz ini menurutnya ada pada peran pemandu pendakian. Merekalah yang harus tahu betul karakter penduduk lokal.

"Kesulitan pasti ada, tapi di pendakian ini kami enjoy. Intinya, salah satu yang paling penting ada di sisi guide yang hapal dengan perilaku porter," ujarnya.

Justru, para porter di pendakian Cartensz menurut Fitri adalah orang-orang yang rajin, punya fisik kuat, handal, dan pekerja keras.

"Saat trekking mau menyeberang sungai airnya deras, jembatan hilang karena banjir. Mereka tanpa banyak bicara dan diskusi bergerak cepat membuat jembatan," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X