Promosikan 10 Bali Baru, Kemenpar Sambangi Korea

Kompas.com - 02/08/2016, 11:03 WIB
Pinisi yang dioperasikan Plataran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timir, Selasa (19/1/2016).
KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHPinisi yang dioperasikan Plataran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timir, Selasa (19/1/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempromosikan berbagai daerah tujuan wisata Indonesia. Kali ini untuk memikat para wisatawan Korea Selatan, Kemenpar akan menyambangi Busan, kota terbesar kedua di Negeri Ginseng itu.

"Gema Wonderful Indonesia terus konsisten hadir di Korea Selatan. Busan, kota nomor dua di Negeri Ginseng, segera diramaikan oleh promosi serta pertunjukan budaya Indonesia pada 6 – 7 Agustus mendatang yang bertajuk 'Direct Promotion Korea'," sebut Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Selasa (2/8/2016).

Dalam acara yang akan digelar di di Lotte Mall-Dong Busan itu, Kemenpar membawa serombongan tim kesenian, biro perjalanan, dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk menjual pesona Indonesia.

(BACA: Pengakuan Jujur Orang Korea soal Pariwisata Indonesia)

Saat ini, menurut Vinsensius, pemerintah Indonesia tengah menggenjot munculnya 10 Bali Baru. Pemerintah menetapkan 10 destinasi yang diprioritaskan pengembangannya, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

"Orang Korea mungkin sudah tidak asing dengan Bali, namun Indonesia punya lebih dari Bali," ucap Vinsensius.

KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Pelajar SMA menarikan tortor atau manortor dalam ajang Festival Tumba dan Tortor di Desa Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang berada tepat di tepian Danau Toba, beberapa waktu lalu. Lomba tortor bagi pelajar SMA dan tumba atau menari sambil menyanyikan lagu Batak bagi pelajar digelar sebagai promosi kekayaan budaya adat Batak.
Menurut dia, kesepuluh destinasi tersebut akan diperkenalkan kepada para warga Korsel, sehingga saat datang ke Indonesia, tidak hanya Bali yang mereka kunjungi.

"Usai mengunjungi kegiatan itu, pengunjung akan tahu adanya Komodo di Labuan Bajo, keindahan bawah laut dan bentang pantai Wakatobi, kemegahan Candi Borobudur yang dibangun lebih awal dari Angkor Wat, maupun keagungan Danau Toba yang terbentuk akibat letusan supervolkanik ribuan tahun silam," katanya.

Dalam acara promosi langsung itu, lanjut Vinsensius, pengunjung akan dihibur dengan pertunjukan tari tradisional, antara lain tari Pagelu, Cenderawasih, Renggong Manis, dan Garanuhing.

Selain itu sejumlah camilan tradisional juga tersedia untuk dicicipi. "Begitu pula racikan kopi Nusantara yang disediakan barista," ungkap dia.

Vinsensius memaparkan, menyaksikan langsung pertunjukan budaya dan mencoba sendiri kuliner Indonesia, merupakan jurus jitu untuk memikat para calon wisatawan. "Jitu karena yang dihadirkan bukan janji, tapi bukti langsung Indonesia yang penuh pesona," ujarnya.

KOMPAS/MADINA NUSRAT Seorang wisatawan menikmati ketenangan pantai Pulau Sepa, salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Ketenangan dan alam pantai yang asri adalah nilai lebih yang bisa diperoleh di pulau-pulau resor.
Tahun 2016 ini pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan asal Korea sebanyak 400.000 orang. Tahun lalu terdapat 359.000 kunjungan dari Korea, meningkat 9,55 persen dari 2014.

Untuk mencapai target tersebut, selain kegiatan promosi langsung, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sudah menggaet Jeju Air dan Jin Air untuk terbang ke Indonesia. "Inilah terobosan penting karena sebelumnya belum pernah ada pesawat LCC (low-cost carrier) yang terbang dari Korea ke Indonesia," ujarnya.

Ditambah berlakunya aturan bebas visa bagi pemegang paspor Korea, pemerintah yakin Indonesia akan semakin menjadi pilihan utama. "Tak sekadar Bali, namun destinasi lain pun akan makin disesaki oleh wisatawan Korea," tambah Vinsensius Jemadu. (*)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Whats Hot
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Whats Hot
Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Whats Hot
Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Jalan Jalan
Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Whats Hot
Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Whats Hot
PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Travel Tips
Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Travel Tips
 Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Whats Hot
Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Whats Hot
Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Jalan Jalan
Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X