Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/08/2016, 15:06 WIB
Kontributor Travel, Fira Abdurachman

Penulis

KOLOMBO, KOMPAS.com - Liburan ke Sri Lanka kamu akan disuguhi suasana kota - kota tua. Banyak peninggalan ratusan bahkan ribuan tahun silam. Bangunan – bangunan tua masih banyak bertebaran di pelosok negara ini. Termasuk di kota besar Kolombo. Rumah tinggal masih banyak yang merupakan warisan keluarga 2-3 generasi sebelumnya.

Demikian juga gaya keseharian warganya. Misalnya bus-bus dalam maupun luar kota adalah bus model lama tanpa AC dan tempat duduk yang keras. Kereta api juga berjalan lambat bukan kereta api cepat. Perempuannya masih banyak mengenakan pakaian tradisional Sari yang berasal dari India.

Daya tarik utama pariwisata Sri Lanka adalah wisata alam yang masih tidak terlalu ramai oleh turis. Pantai, pegunungan dan tebing, termasuk air terjun. Tak ayal Sri Lanka mulai banyak dilirik turis Eropa. Apalagi udaranya yang tropis sangat lembab dan kaya terik matahari.

Sebelum liburan ke Sri Langka ada baiknya memperhatikan beberapa tips berikut ini: 

1. Sri Lanka adalah negara bekas konflik yang cukup berkepanjangan. Pertanyaan seputar politik atau konflik akan sangat sensitif. Hindari bertanya seputar masa lalu dan politik di negaranya. 

2. Jalan-jalan ke Sri Lanka seperti masuk ke mesin waktu. Suasananya, bisa dibilang, seperti Indonesia tahun 80-an. Gayanya sangat tua sekali seperti bus dalam dan luar kota adalah bus tua, kereta api juga demikian.

3. Mata uang Sri Lanka adalah Rupee. Semua transaksi harus menggunakan uang lokal kecuali di bandara internasonal Badaranaike para turis bisa menggunakan dollar AS. Para turis bisa menukar uang di semua bank.

4. Keseharian warga Sri Lanka banyak dipengaruhi India. Barang-barang keseharian juga banyak yang masih impor dari India. 

5. Makanan juga terpengaruh masakan India. Rasanya sangat kaya akan rempah dan pedas. Nasi kari, roti prata, dan kottu. Bila bosan, di penjuru kota banyak kedai atau restoran yang menyajikan makanan barat.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Turis di Kota Kandy, Sri Lanka.
6. Sri Lanka adalah negara yang baru terbuka pada turis asing. Pelayanan turisnya pun masih minim. Di sini kita akan lebih banyak bergabung dengan warga lokal dalam keseharian.

Para turis masih bebas masuk ke kuil atau stupa dan bergabung berdoa bersama warga lokal. Hanya biasanya para turis akan diminta sumbangan.

7. Taksi di Sri Lanka adalah bajaj. Ada beberapa taksi mobil namun kebanyakan adalah bajaj. Bajaj atau disebut tuk tuk berseliweran di jalan-jalan. Jangan kaget, bajaj-nya banyak yang menggunakan argo.

8. Terakhir, KompasTravel sempat kaget juga karena warga Sri Lanka masih menerapkan disiplin yang tinggi di jalan. Bus hanya mau berhenti di halte. Pejalan kaki hanya bisa menyeberang di zebra cross atau tempat penyeberangan.

Tidak ada pedagang kaki lima berjualan di trotoar membuat para pejalan kaki cukup nyaman berjalan kaki di trotoar, termasuk di pasar tradisionalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Dana Kepariwisataan Ditargetkan Beroperasi pada Pertengahan 2024

Dana Kepariwisataan Ditargetkan Beroperasi pada Pertengahan 2024

Travel Update
Malaysia Masih Urutan 1 Negara Penyumbang Wisman Terbanyak ke Indonesia

Malaysia Masih Urutan 1 Negara Penyumbang Wisman Terbanyak ke Indonesia

Travel Update
Legenda Bukit Batu Garudo di Pesisir Selatan, Konon dari Burung Garuda yang Mati

Legenda Bukit Batu Garudo di Pesisir Selatan, Konon dari Burung Garuda yang Mati

Travel Update
Harga Tiket DTW Ulun Danu Beratan Naik mulai 1 Januari 2024

Harga Tiket DTW Ulun Danu Beratan Naik mulai 1 Januari 2024

Travel Update
Indahnya Panorama bagai Surga di Puncak Bukit Batu Garudo, Pesisir Selatan

Indahnya Panorama bagai Surga di Puncak Bukit Batu Garudo, Pesisir Selatan

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Jakarta-Solo PP Desember 2023, mulai Rp 746.000

Harga Tiket Pesawat Jakarta-Solo PP Desember 2023, mulai Rp 746.000

Travel Update
Rute ke Jembatan Akar di Sayegan, Sekitar 30 Menit dari Tugu Jogja

Rute ke Jembatan Akar di Sayegan, Sekitar 30 Menit dari Tugu Jogja

Travel Tips
Sunrise Hill Bandungan: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Sunrise Hill Bandungan: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Jalan Jalan
Keindahan Jalan Raya Penelokan Kintamani, Lokasi Minimarket dengan Panorama Indah di Bali

Keindahan Jalan Raya Penelokan Kintamani, Lokasi Minimarket dengan Panorama Indah di Bali

Jalan Jalan
Jembatan Akar di Sayegan Yogyakarta, Spot Estetis untuk Foto

Jembatan Akar di Sayegan Yogyakarta, Spot Estetis untuk Foto

Jalan Jalan
Sandiaga Targetkan 200-250 Juta Pergerakan Wisnus Saat Nataru 2024

Sandiaga Targetkan 200-250 Juta Pergerakan Wisnus Saat Nataru 2024

Travel Update
Penumpang KRL di Stasiun Tugu Yogyakarta Kini Punya Pintu Keluar-Masuk Khusus

Penumpang KRL di Stasiun Tugu Yogyakarta Kini Punya Pintu Keluar-Masuk Khusus

Travel Update
Gunung Marapi Meletus, Sandiaga Optimistis Wisata Minat Khusus Tidak Terdampak

Gunung Marapi Meletus, Sandiaga Optimistis Wisata Minat Khusus Tidak Terdampak

Travel Update
6 Tempat Glamping di Semarang buat Liburan Akhir Tahun 

6 Tempat Glamping di Semarang buat Liburan Akhir Tahun 

Jalan Jalan
Mengapa Masih Ada Pendakian Saat Gunung Marapi Meletus?

Mengapa Masih Ada Pendakian Saat Gunung Marapi Meletus?

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com