Kompas.com - 04/08/2016, 08:07 WIB
Suasana pagi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/1/2016). KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHSuasana pagi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/1/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 5.000 wisatawan asing asal Polandia berencana akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu kepada KompasTravel, Rabu (3/8/2016) mengatakan, ribuan turis asing asal Polandia itu tiba mulai Juni 2016 sampai Maret 2017.

“Mereka (turis asing) akan ke berkunjung ke Indonesia termasuk ke Flores. Selain ke Flores, mereka akan mengunjungi sejumlah obyek wisata lainnya seperti Raja Ampat di Papua Barat. Mereka carter pesawatnya langsung dari Warsawa menuju Denpasar. Setiap penerbangan yakni sebanyak 250 orang,” jelasnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
Saat ini, menurut Marius, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak di pintu masuk Labuan Bajo untuk identifikasi turis mancanegara sesuai asal negaranya termasuk Polandia.

“Kita harapkan mereka tidak hanya ke Flores saja, tapi juga mengunjungi semua destinasi wisata lainnya di NTT. Makanya kami semakin gencar mempromosikan semua destinasi yang ada di seluruh NTT,” kata Marius.

Karena itu, lanjut Marius, dukungan transportasi udara sangat penting untuk mendukung dan memperlancar arus kunjungan wisatawan.

“Kita minta agar pemerintah pusat menambah jumlah pesawat yang beroperasi di NTT, mengingat semakin banyak turis domestik dan mancanegara yang datang ke NTT. Belum semua kota maupun kabupaten di NTT dilayani maskapai Garuda Indonesia seperti Ruteng, Bajawa, Maumere, Atambua , Rote, Sabu, Larantuka dan Kalabahi,” ujarnya.

BARRY KUSUMA Penduduk Desa Wae Rebo berada di barat daya kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Permintaan penambahan maskapai itu, sambung Marius, karena Garuda Indonesia selalu menjadi rujukan bagi turis mancanegara. “Mohon Garuda Indonesia menjadi pelopor untuk ini (kegiatan pariwisata), apalagi presiden telah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor pendukung ekonomi nasional,” ujarnya.

Marius juga meminta agar landasan pacu di sejumlah bandara di NTT bisa diperlebar dan diperpanjang, sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar. Selain itu juga, untuk penerbangan dari Kupang ke Dili (Timor Leste) dan Darwin (Australia) bisa lebih dipercepat lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.