Kompas.com - 09/08/2016, 13:18 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

PONTIANAK, KOMPAS.com – Rangkaian HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dimeriahkan dengan Festival Pesisir Paloh (FESPA). Rangkaian kegiatan ini akan dimulai pada 17-20 Agustus 2016 yang dipusatkan di Dusun Ceremai, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, FESPA ini kembali mengusung konsep utama untuk memupuk penyadartahuan masyarakat terkait konservasi habitat dan perlindungan terhadap spesies laut khususnya penyu.

Ketua Panitia FESPA 2016, Dede Kurniawan, mengatakan festival ini juga untuk memberikan motivasi dan merangsang peran serta pemerintah dan masyarakat pesisir untuk terlibat dan berpartisipasi secara sukarela dalam kegiatan konservasi.

Selain itu juga, untuk menciptakan komunikasi yang optimal antara seluruh komponen yang terkait terutama dalam pengawasan dan penegakan hukum bidang perikanan dan pesisir, serta memberikan informasi dan pemahaman mengenai program konservasi pesisir dan spesies khususnya penyu di Kecamatan Paloh.

“FESPA juga bertujuan merangsang peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya kawasan perairan dan pantai yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan habitat penyu, serta melestarikan dan mempromosikan budaya lokal yang ada di Paloh itu sendiri,” jelas Dede kepada KompasTravel, Senin (8/8/2016).

Dede memaparkan, jauh sebelumnya, masyarakat di Paloh punya tradisi mengadakan kegiatan Lempar Telur Penyu yang dilaksanakan pada setiap musim puncak peneluran yang merupakan pesta rakyat untuk mensyukuri atas telur penyu yang melimpah.

Namun, seiring berjalannya waktu, Festival Lempar Telur Penyu sudah hampir 10 tahun tidak lagi dilaksanakan karena populasi penyu menurun dan tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Festival Paloh Pesisir ini diharapkan bisa memberikan informasi, penyadartahuan masyarakat dan kampanye bangga akan potensi pesisir Paloh yang harus dijaga kelestariannya, serta mempromosikan potensi ekowisata pesisir Paloh, wisata perbatasan, wisata sungai maupun wisata penyu dengan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia,” ujar Dede.

Pemilihan Bujang Dare Penyu Paloh

Salah satu yang menarik dalam festival ini adalah Pemilihan Bujang Dare Penyu Paloh 2016. Peserta merupakan warga setempat yang mengikuti serangkaian proses dan nantinya akan bertugas selama satu tahun sebagai duta yang mengampanyekan pentingnya konservasi, khususnya penyu di Paloh.

Festival ini dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan, di antaranya Talk Show “Konservasi Penyu Paloh dan Komitmen Para Pihak”, kunjungan dan monitoring Penyu dan Pelepasan Tukik, Aksi Bersih Pantai, Pameran Foto Potensi Pesisir dan Budaya Paloh, dan Pameran Produk Lokal Kecamatan Paloh.

“Kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Pentas Budaya Pesisir seperti tari tradisional, musik daerah, lagu daerah, pantun dan kuliner khas,” tambah Dede. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.