Kompas.com - 12/08/2016, 10:17 WIB
Parade Budaya Lombok Sumabawa 2013 di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2013). Parade budaya yang diikuti kabupaten-kabupaten di Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu promosi wisata untuk mengajak wisatawan mengunjungi NTB. TRIBUN / HERUDINParade Budaya Lombok Sumabawa 2013 di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2013). Parade budaya yang diikuti kabupaten-kabupaten di Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu promosi wisata untuk mengajak wisatawan mengunjungi NTB.
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS.com - Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan sebanyak 2.000 wisatawan akan mengunjungi kegiatan Bulan Budaya Lombok-Sumbawa (BBLS) tahun 2016.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisataa NTB H Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis (11/8/2016), mengatakan kegiatan tahunan yang dimulai pada 18 Agustus sampai 16 September 2016 di 18 titik yang tersebar di seluruh penjuru NTB.

"Dengan berbagai macam kegiatan yang akan digelar selama sebulan penuh ini, kita berharap pergerakan wisatawan, khususnya wisnus (wisatawan nusantara) bisa mencapai angka 2.000 sampai 3.000 pengunjung," katanya.

Harapan tersebut, menurut Faozal, diperkuat dengan momentum "summer season" tahun ini, aktivitas wisatawan yang berkunjung ke NTB cukup tinggi.

Untuk itu, Faozal melihatnya sebagai kesempatan emas bagi NTB dalam pencapaian target kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

KOMPAS/LASTI KURNIA Barapan Kerbau di Dusun Labuan Ala, Kecamatan Maronge, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
"Kalau sekarang, kunjungan wisnus sudah pada angka yang positif, yakni 1,2 juta kunjungan, untuk di sisa tahun ini, kita sedang menuju angka 1,5 juta," ujarnya.

Faozal yakin dengan memanfaatkan momentum kegiatan BBLS tahun ini, seluruh pegiat pariwisata dapat mengambil peran dalam pencapaian angka kunjungan wisatawan.

Maka dari itu, pemerintah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) dan seluruh pegiat industri pariwisata, untuk mendukung kegiatan BBLS tahun ini.

"Kita pastikan kalau informasi kegiatan BBLS ini sudah masuk dalam 'planning' dari tamu-tamu yang ada di sini. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk memperpanjang lama tinggal para wisatawan," ujarnya.

KOMPAS/SAMUEL OKTORA Dua laki-laki menampilkan atraksi budaya Presean dalam prosesi parade budaya yang merupakan rangkaian acara pembuka dalam Festival Lombok Sumbawa 2015, Minggu (4/10/2015), di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat. Presean merupakan salah satu seni bela diri di Pulau Lombok.
Untuk itu, kegiatan ini tersebar di 18 titik yang ada di seluruh penjuru NTB, khususnya di kawasan destinasi wisata, misalnya di kawasan wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat, seperti di Senggigi, Narmada, dan Suranadi.

"Lokasi kegiatannya kan tersebar, seperti di Senggigi, kita laksanakan Festival Senggigi, kemudian ada presean di Narmada, paragliding di Mantar, Sumbawa, di Tunak juga ada kegiatan Festival Tunak, dan masih banyak lagi di lokasi lainnya. Jadi wisatawan bisa langsung menyaksikannya di tempat, tanpa harus ke Mataram," kata Faozal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.