Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyelamatkan Sejarah Dunia di Morotai

Kompas.com - 15/08/2016, 17:28 WIB

”Demi nanga ngopa denanga dano,

Mitagi-tagi mimas didiki,

Mima idu mimas gogorena,

Sioko...ooo…ooo…dedengomi”

(Demi anak dan cucu kita,

Di saat kami berjalan, kami jadikan sebagai kontak,

Di saat kami tidur, kami jadikan sebagai pantai,

Kasihanlah…ooo...ooo...dengan kami)

SYAIR pengharapan agar diberi kemudahan perjalanan itu disenandungkan Muhlis Eso (36), penggiat sejarah di Pulau Morotai, Maluku Utara, saat mendaki Bukit 40, Minggu (17/7/2016).

Meski badannya meriang, langkahnya mantap menyusuri tanjakan becek dan jalan setapak yang penuh ilalang. Semak rimbun berduri bukan halangan.

Hujan deras yang mengguyur dan koyo yang menempel di kedua pelipis tak menyurutkan langkahnya untuk terus berjalan sambil bercerita tentang sejarah Perang Dunia (PD) II di Morotai. Saat beberapa wisatawan yang dia dampingi mulai kelelahan, tenaga Muhlis justru seperti bertambah.

”Kalau meriang, obatnya harus masuk hutan seperti saat ini,” katanya sambil tersenyum.

Kala itu, untuk kesekian kalinya Muhlis mendaki Bukit 40 (Hill 40), tempat berlangsungnya pertempuran besar-besaran antara pasukan Sekutu dan Jepang yang berakhir dengan penyerahan kekuasaan tentara Jepang ke Sekutu, 9 September 1945.

Dari puncak bukit setinggi sekitar 500 meter di atas permukaan laut, bagian selatan Pulau Morotai dan Selat Morotai terlihat jelas. Untuk mencapainya butuh 2,5 jam perjalanan dari Daruba, ibu kota Kabupaten Pulau Morotai. Perjalanan itu ditempuh dengan mobil selama setengah jam dan dilanjutkan berjalan kaki.

Saat matahari tepat di atas kepala, rombongan wisatawan yang dipandu Muhlis tiba di air terjun Nakamura. Derasnya suara air sudah terdengar sebelum air terjun itu terlihat. Saat berada di samping air terjun, uap air terbawa angin menyejukkan wajah.

”Di tempat inilah tentara Jepang, Teruo Nakamura, yang menolak menyerah kepada Sekutu pernah bersembunyi. Dia baru dibawa keluar hutan oleh tentara Indonesia tahun 1974 atau hampir 30 tahun setelah perang berakhir,” katanya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang

Harga Tiket dan Jam Buka Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang

Travel Update
Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu Ke-64 di Sukabumi, Ada Atraksi Akrobatik

Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu Ke-64 di Sukabumi, Ada Atraksi Akrobatik

Travel Update
11 Kewajiban Pendaki Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi Demi Keselamatan

11 Kewajiban Pendaki Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi Demi Keselamatan

Travel Update
6 Tips Berkunjung ke Kebun Binatang dengan Balita

6 Tips Berkunjung ke Kebun Binatang dengan Balita

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di Taman Satwa Cikembulan, Catat Jadwal Show

Aktivitas Seru di Taman Satwa Cikembulan, Catat Jadwal Show

Jalan Jalan
Gunung Kelimutu Waspada, Wisata ke Danau Kelimutu Dibatasi

Gunung Kelimutu Waspada, Wisata ke Danau Kelimutu Dibatasi

Travel Update
Cara Menuju ke Taman Satwa Cikembulan Garut Jawa Barat

Cara Menuju ke Taman Satwa Cikembulan Garut Jawa Barat

Jalan Jalan
5 Wisata Sejarah Dekat Candi Borobudur, Destinasi Penggemar Sejarah

5 Wisata Sejarah Dekat Candi Borobudur, Destinasi Penggemar Sejarah

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Terbaru di Taman Satwa Cikembulan

Harga Tiket Masuk Terbaru di Taman Satwa Cikembulan

Jalan Jalan
Taman Satwa Cikembulan, Kebun Binatang Favorit Keluarga di Garut

Taman Satwa Cikembulan, Kebun Binatang Favorit Keluarga di Garut

Jalan Jalan
4 Wisata Dekat Pasar Kreatif Jawa Barat di Bandung, Wisata Edukasi dan Sejarah

4 Wisata Dekat Pasar Kreatif Jawa Barat di Bandung, Wisata Edukasi dan Sejarah

Travel Update
Hujan Misterius Terjadi di Dalam Kabin Pesawat JetBlue A320

Hujan Misterius Terjadi di Dalam Kabin Pesawat JetBlue A320

Travel Update
Desa Lauterbrunnen di Swiss Akan Pungut Biaya Masuk Akibat Lonjakan Wisatawan

Desa Lauterbrunnen di Swiss Akan Pungut Biaya Masuk Akibat Lonjakan Wisatawan

Travel Update
Spot Sunrise Dekat Candi Borobudur, Sekalian Kunjungi

Spot Sunrise Dekat Candi Borobudur, Sekalian Kunjungi

Jalan Jalan
Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Saat Libur Waisak Naik 37 Persen

Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Saat Libur Waisak Naik 37 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com