Kompas.com - 16/08/2016, 15:02 WIB
Gerbong Maut di Museum Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur. KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Gerbong Maut di Museum Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - PT. KAI berencana menghadirkan koleksi "Gerbong Maut" di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso pada tahun 2017. "Gerbong Maut" adalah julukan bagi gerbong kereta api yang memiliki peristiwa bersejarah bagi Kabupaten Bondowoso. 
 
Manager Museum PT. KAI, Sapto Hartoyo mengatakan, koleksi "Gerbong Maut" akan mencoba menampilkan gerbong kereta yang pernah membawa pejuang kemerdekaan dari Stasiun Bondowoso menuju Surabaya di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso.
 
"Kalau kita dapat gerbong yang asli kita buat sama tapi kalau nggak ada ya kita pakai bahan lain. Artinya kita buat replikanya," kata Sapto saat dihubungi KompasTravel, Senin (15/8/2016).
 
Menurut Sapto, proyek "Gerbong Maut" ini termasuk ke dalam perencanaan pengembangan Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso tahun 2017. Ia menargetkan, "Gerbong Maut" akan hadir pada pertengahan tahun 2017 yakni bulan Juni.
 
"Di dalamnya kita akan pamerkan barang-barang yang dipakai para pejuang seperti sepatu, pakaian dan lain-lain. Kita buat satu gerbong dan nanti kita pamerkan di emplasement (jalur rel kereta) Stasiun Bondowoso," jelasnya.
 
Sapto berharap melalui koleksi replika "Gerbong Maut", nantinya generasi muda khususnya yang berada di Jawa Timur lebih bisa menghargai jasa para pahlawan. Selain itu, menurut Sapto, replika "Gerbong Maut" bisa menggambarkan bahwa kereta api merupakan transportasi utama pada saat itu.
 
"Gerbong Maut" adalah gerbong yang digunakan militer Belanda untuk membawa tawanan yakni orang-orang Indonesia dari Penjara Bondowoso ke Penjara Bubutan tahun 1947.
 
Penjara Bondowoso berada di Kabupaten Bondowoso sementara Penjara Bubutan berada di Surabaya. Ada tiga gerbong yang mengangkut para tawanan. Tawanan ini adalah para pejuang Indonesia yang melawan Belanda saat itu.
 
KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Gerbong Maut di Museum Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur
Kereta berangkat pada 23 November 1947 sekitar jam lima pagi dari Stasiun Bondowoso dan sampai di Stasiun Wonokromo, Surabaya, sekitar jam delapan malam. Perjalanan yang memakan waktu 16 jam tersebut yang mengantarkan para tawanan kepada maut.
 
"Gerbong Maut" terbuat dari baja yang rapat tanpa ada ventilasi apa pun. Ketika pintu ditutup dan dikunci, tak ada udara yang masuk, pun tak ada udara keluar. Apalagi perjalanan yang ditempuh sebagian besar dilakukan pada siang hari. Hasilnya, adalah ibarat sebuah oven.
 
Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso, Adi Sunaryadi menuturkan, pemindahan tawanan dilangsungkan dengan menggunakan tiga gerbong. Pihak Belanda tidak memberikan makan dan minum kepada para tawanan di dalam gerbong hingga menyebabkan beberapa tawanan tewas.
 
"Gerbong satu ada 38 orang, kondisi lemas dan pingsan. Gerbong dua ada 30 orang, mati 8 orang. Gerbong tiga ada 38 orang, mati semua," cerita Adi kepada KompasTravel saat menggambarkan "Gerbong Maut".
 
Saat ini "Gerbong Maut" bisa ditemukan di Museum Brawijaya, Kota Malang. Gerbong yang dipamerkan di Museum Brawijaya merupakan gerbong paling baru dibanding gerbong maut lainnya. Tawanan paling banyak ditempatkan di gerbong berseri GR 10152 karena kondisinya yang lebih panjang.
 
Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso rencananya akan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2016. Museum yang menampilkan koleksi perkeretaapian milik Stasiun Bondowoso ini juga akan menjadi museum perkeretaapian pertama di Jawa Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Taman Hiburan di AS Tidak Lagi Cek Suhu Tubuh Wisatawan

Dua Taman Hiburan di AS Tidak Lagi Cek Suhu Tubuh Wisatawan

Travel Update
Agen Perjalanan di Thailand Tawarkan Wisata Vaksin Covid-19 ke AS, Apa Itu?

Agen Perjalanan di Thailand Tawarkan Wisata Vaksin Covid-19 ke AS, Apa Itu?

Travel Update
Infinity Pool Tertinggi Dunia di Dubai, Pemandangannya Apik Tenan

Infinity Pool Tertinggi Dunia di Dubai, Pemandangannya Apik Tenan

Travel Update
Libur Lebaran Diprediksi Tak Ada Lonjakan Wisatawan di Batu dan Malang

Libur Lebaran Diprediksi Tak Ada Lonjakan Wisatawan di Batu dan Malang

Travel Update
Syarat Mendaki Gunung Andong yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Syarat Mendaki Gunung Andong yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Tips
Diundur, Jalur Pendakian Gunung Andong Buka 18 Mei 2021

Diundur, Jalur Pendakian Gunung Andong Buka 18 Mei 2021

Travel Update
Australia Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022

Australia Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022

Travel Update
Covid-19 Marak Lagi, Singapura Tinjau Travel Bubble dengan Hong Kong

Covid-19 Marak Lagi, Singapura Tinjau Travel Bubble dengan Hong Kong

Travel Update
Larangan Mudik Lokal, Wisatawan Luar Karanganyar Boleh Berkunjung

Larangan Mudik Lokal, Wisatawan Luar Karanganyar Boleh Berkunjung

Travel Update
Libur Lebaran 2021, Pemkab Magelang Tutup Semua Tempat Wisata

Libur Lebaran 2021, Pemkab Magelang Tutup Semua Tempat Wisata

Travel Update
Libur Lebaran, Wisatawan yang Ingin ke Malang dan Batu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Libur Lebaran, Wisatawan yang Ingin ke Malang dan Batu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Travel Update
Masyarakat Luar Klaten Boleh Masuk Saat Larangan Mudik Lokal, asal...

Masyarakat Luar Klaten Boleh Masuk Saat Larangan Mudik Lokal, asal...

Travel Update
China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Hotel Accor di Solo hingga Yogyakarta Bakal Terapkan GeNose C-19

Hotel Accor di Solo hingga Yogyakarta Bakal Terapkan GeNose C-19

Travel Update
Tempat Wisata di Bantul Sudah Bisa Nontunai

Tempat Wisata di Bantul Sudah Bisa Nontunai

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X