Restoran Ikonik Surabaya Hadir di Festival Kuliner Serpong

Kompas.com - 21/08/2016, 16:10 WIB
Depot Tambak Bayan hadir dalam Festival Kuliner Serpong 2016 YOSIAMARGARETTA/KOMPAS.COMDepot Tambak Bayan hadir dalam Festival Kuliner Serpong 2016
|
EditorSri Anindiati Nursastri

TANGERANG, KOMPAS.com - Festival Kuliner Serpong (FKS) tengah berlangsung di area parkir selatan Summarecon Mall Serpong. Beberapa booth makanan yang hadir pada festival kuliner ini dibawa langsung dari Jawa Timur.

Salah satunya adalah Depot Tambak Bayan, yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga warga Surabaya. Tempat makan ini merupakan salah satu primadona wisata kuliner khas Jawa Timur, khususnya Surabaya. Melihat minat masyarakat yang tinggi akan kuliner tersebut, Depot Tambak Bayan membuka cabangnya di Jakarta.

"Dulu waktu belum ada di Jakarta, ada orang Surabaya yang tinggal di Jakarta, setiap ke Surabaya pasti banyak bungkus makanan," ujar Sunardi, salah satu pegawai Depot Tambak Bayan saat ditemui KompasTravel.

Depot Tambak Bayan memiliki cabang di Surabaya. Di Jakarta, mereka membuka cabang di Pantai Indah Kapuk dan Kelapa Gading. Untuk selalu menjaga kualitas, restoran ini selalu mengirimkan makanan langsung dari Surabaya tiga kali dalam seminggu.

YOSIAMARGARETTA/KOMPAS.COM Festival kali ini mengusung tema masakan khas jawa timur. Anda akan disuguhkan makanan yang menjadi primadona di Jawa Timur.

"Resep tetap dari pemilik dan dimasaknya di Surabaya. Sampai Jakarta tinggal dipanaskan saja" ujar Sunardi yang juga "diterbangkan" langsung dari Surabaya.

Depot Tambak Bayan terkenal akan Nasi Campur yang disukai banyak orang. Ada Nasi Campur Ayam, Nasi Campur Empal dan Nasi Campur biasa. Pada dasarnya rumah makan ini menempatkan Nasi Campur dengan isi tahu gulai, semur telur, daging sapi, dan soun. Untuk variasi lainnya, Anda bisa menambahkan ayam atau empal.

YOSIAMARGARETTA/KOMPAS.COM Festival kali ini mengusung tema masakan khas jawa timur. Anda akan disuguhkan makanan yang menjadi primadona di Jawa Timur.

Saat KompasTravel mencicipi Nasi Campur ala Depot Tambak Bayan ini, rasanya cukup seimbang antara pedas dan manis. Rasa pedas dari tahu diseimbangi dengan semur yang gurih dan soun yang manis. Rasa manis yang dihasilkan soun berasal dari kecap yang melimpah, sehingga warna soun begitu cokelat pekat. Namun apabila Anda tidak begitu menyukai pedas, Anda bisa meminta tahu yang dimasak gulai.

Selain Nasi Campur yang banyak diburu pembeli, Depot Tambak Bayan juga memiliki beberapa hidangan lainnya. Nasi Rawon dan Nasi Empal adalah dua di antaranta. Satu porsi Nasi Campur dibanderol seharga Rp 41.000 sedangkan untuk Nasi Rawon Rp 36.000. Empal, daging sapi yang telah diolah ini bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 28.000 belum termasuk nasi.

Depot Tambak Bayan hadir di FKS 2016 bersama dengan tenant lainnya yang menyajikan masakan khas Jawa Timur. Acara ini berlangsung selama satu bulan, dari 12 Agustus-12 September 2016. FKS buka setiap Senin-Kamis pukul 16.00-22.00 WIB, sedangkan Jumat pukul 14.00-23.00 WIB. Untuk Sabtu-Minggu dan hari libur nasional, FKS buka mulai pukul 11.00-23.00 WIB.

FKS 2016 diselenggarakan di area parkir selatan Summarecon Mall Serpong. Pada festival kuliner ini Anda harus bertransaksi dengan kartu khusus FKS yang dapat Anda beli di tempat. Tidak ada minimal saldo untuk pembelian kartu. Jangan kuatir apabila kartu Anda masih terdapat sisa saldo, karena Anda bisa menukarkannya dengan uang tunai.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lion Air Kembali Terbang, Ini Syarat Wajib Penumpangnya

Lion Air Kembali Terbang, Ini Syarat Wajib Penumpangnya

Travel Tips
10 Camilan ala Disney Park Gampang Dibuat di Rumah, Pernah Bikin yang Mana?

10 Camilan ala Disney Park Gampang Dibuat di Rumah, Pernah Bikin yang Mana?

Makan Makan
Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X