Kompas.com - 22/08/2016, 16:03 WIB
Anda dapat mencicipi es krim dengan rasa vanilla dengan sajian topping belalang diatasnya. Pastinya bukanlah belalang hidup melainkan belalang yang telah diolah. ROCKETNEWS24.COMAnda dapat mencicipi es krim dengan rasa vanilla dengan sajian topping belalang diatasnya. Pastinya bukanlah belalang hidup melainkan belalang yang telah diolah.
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Mengunjungi Jepang pada saat musim panas punya ciri khas tersendiri. Di tengah udara yang panas musim ini, Anda bisa mencicipi es krim untuk menyegarkan kerongkongan Anda.

Bukan es krim biasa yang bisa Anda temukan di Indonesia. Es krim satu ini mewakili beberapa bahan lokal di setiap daerah di Jepang. Sebutlah misalnya ayam goreng, kerang, bahkan daun emas yang diolah menjadi es krim lezat.

Namun, tahun ini ada dua rasa berbeda yang mungkin bisa Anda cicipi. Kedua rasa itu adalah wormwood dan belalang. Belalang?

Ya, Anda dapat mencicipi es krim dengan rasa vanila dengan topping belalang di atasnya. Tapi, jangan khawatir, itu bukanlah belalang hidup melainkan belalang yang telah diolah.

Belalang tersebut telah diolah seperti layaknya manisan. Belalang melalu proses direbus dalam gula bersama dengan saus kacang kedelai.

Setelah diproses menjadi manisan, belalang tersebut akan ditaruh di pucuk es krim. Seperti dikutip dari RocketNews24, rasa renyah dan asin dari belalang menyeimbangi rasa manis dari es krim tersebut.

Memang, bisa dikatakan, pusat wisata lokal Jepang selalu bereksprimen secara kreatif untuk mempromosikan bahan-bahan lokal yang dapat dijadikan es krim. Jika tahun lalu ada Bamboo Grass Dumpling Soft Serve, tahun ini Jepang menggunakan bahan seperti Japanese mugwort dan wormwood, yang keduanya adalah tumbuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

ROCKETNEWS24.COM Anda dapat mencicipi es krim dengan rasa vanilla dengan sajian topping belalang diatasnya. Pastinya bukanlah belalang hidup melainkan belalang yang telah diolah.

Anda dapat mencicipi es krim ini di Yukiguni Tourism Centre. Mereka membanderol untuk satu es krim seharga 350 Yen atau setara Rp 45.000. Apabila Anda menginginkan lebih banyak topping belalang, Anda harus menambah sebesar 50 Yen atau sekitar Rp 7.000.

Berani mencoba?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.