Setelah 14 Tahun Berdiri, Jatim Park Group Mulai Sasar Turis Asing

Kompas.com - 22/08/2016, 21:05 WIB
Suasana Gangster Town yang menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto di Museum Angkut di Batu, Malang, Jatim. KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWISuasana Gangster Town yang menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto di Museum Angkut di Batu, Malang, Jatim.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

MALANG, KOMPAS.com - Pengelola lokasi wisata Jatim Park Group mulai menyasar pasar internasional untuk sejumlah lokasi wisata yang dikelolanya. Sejumlah persiapan untuk menjadikan lokasi wisata yang terbuka untuk wisatawan mancanagera sudah dilakukan.

Salah satunya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sejumlah staf yang bertugas di lokasi wisata tersebut sudah dibekali dengan kemampuan bahasa asing.

"Termasuk staf yang Bahasa Inggris-nya sudah bagus dikasih pin 'I can Speak English'. Dan ketika ada wisatawan asing, wajib menyapa," kata Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group Titik S Ariyanto, Senin (22/8/2016).

Ia menjelaskan sejak Jatim Park Group berdiri sekitar 14 tahun yang lalu, sasarannya hanya wisatawan nusantara. Baru-baru ini, Kementerian Pariwisata menetapkan seluruh lokasi wisata yang ada di bawah Jatim Park Group layak menjadi lokasi wisata internasional.

"Tahun ini kita berbenah untuk go international. Petunjuk arah dan informasi di area Jatim Park Group sudah mulai berbenah untuk bilingual. Indonesia dan Ingris," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pengelola juga mulai memperkenalkan lokasi wisata di bawah Jatim Park Group ke dunia internasional. Caranya dengan mengikuti seluruh event promosi di berbagai negara.

"Yang pertama kita masih tahap pengenalan di wilayah Asia dengan cara mengikuti kegiatan promosi dengan Kementerian Pariwisata," jelasnya.

Titik mengatakan, potensi wisata yang dikelola Jatim Park Group yang berpusat di Kota Batu sangat besar. Oleh karenanya, ia beranggapan bahwa potensi yang sangat besar itu sayang kalau tidak dipromosikan ke dunia internasional.

Apalagi lokasi wisatanya berada di kawasan lereng pegunungan yang berhawa dingin. Di antara lokasi wisata yang dikelola Jatim Park Group adalah Jatim Park I, Museum Tubuh terbesar se-Asia, Eko Green Park, Jatim Park 2 yang terdiri dari Batu Secret Zoo dan Museum Satwa, serta Museum Angkut yang merupakan museum transportasi terbesar Asia.

"Sangat sayang kalau prestasi ini tidak dijual ke kancah international," imbuhnya.

Selama ini, Titik mengaku kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim Park Group masih minim. Dengan adanya upaya Jatim Park Group go international, ia berharap kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat.

Apalagi Kota Batu telah ditetapkan sebagai destinasi wisata nomor dua setelah Bandung bagi wisatawan asal Timur Tengah. Jatim Park Group juga sudah mengikuti destinasi wisata halal untuk memastikan produk wisata yang aman.

"Kita juga sudah membangun wahana yang Jawa Timur banget. Seperti tradisi dan etnik Tengger, Malangan, Oseng dan Ponorogo," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X