Kompas.com - 31/08/2016, 15:24 WIB
Kopi espresso, salah satu menu di New Penang Corner Cafe and Restaurant, Jalan Dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara. 
KOMPAS.COM/MEI LEANDHAKopi espresso, salah satu menu di New Penang Corner Cafe and Restaurant, Jalan Dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara.
|
EditorI Made Asdhiana

Kopinya jenis arabika dari Dolok Sanggul, daerah yang sudah cukup terkenal di Sumatera Utara sebagai penghasil kopi terbaik. Mereknya Kopi Tao. "Kopi fresh dari bijinya, baru diracik. Baru dua pekan ada, peminatnya Alhamdulillah banyak..." ujar Darma.

Jimmy Panjaitan, pemilik Kopi Tao yang kebetulan datang menemani acara nongkrong-nongkrong kami menambahkan, sumber kopinya berasal dari petani langsung yang ada di seputaran dataran tinggi ekosistem Danau Toba.

Artinya kopi yang dijajakan berasal dari tujuh kabupaten seputar danau terbesar di Asia Tenggara itu, semuanya jenis arabika.

"Kita ingin mengangkat kopi asal Sumatera Utara di daerah kita sendiri. Selain berdampak pada petani juga untuk mengajak para penikmat kopi turut peduli pada persoalan lingkungan di ekosistem Danau Toba," kata laki-laki yang terkenal sebagai aktivis lingkungan dan hutan ini.

Menurut Jimmy, kopi asal Sumatera Utara sangat di gandrungi orang di luar Sumatera, bahkan yang berada di luar negeri. "Kita memberikan cita rasa terbaik dari kopi Sumatera Utara, bukan kopi kualitas rendah seperti selama ini. Coba black coffee dan espresso-nya, ya..." kata laki-laki ramah yang tak pernah melepas topinya itu.

Dan saya tak mampu menolak tawarannya. Sebagai temannya, Darma menawarkan pisang goreng dan roti canai rasa keju atau coklat. Seorang teman langsung memilih roti canai keju dua porsi.

KOMPAS.COM/MEI LEANDHA Nasi Ayam Hainan, salah satu menu di New Penang Corner Cafe and Restaurant, Jalan Dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara.
Saya malah tertarik ingin merasakan pisang goreng keju. Ternyata dua-duanya enak, pas sekali dikawinkan dengan kopi bagus tanpa gula.

Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Kami asyik mengobrol hingga lewat jam tutup operasional.

20 Persen untuk Perlindungan Anak

Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) adalah lembaga sosial yang bergerak dalam isu perlindungan anak, perempuan dan pendidikan kebencanaan serta lingkungan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.