Kompas.com - 05/09/2016, 06:35 WIB
Pantai Hua Hin di Thailand. KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARPantai Hua Hin di Thailand.
|
EditorI Made Asdhiana

BANGKOK, KOMPAS.com — Serangkaian ledakan bom yang menyerang Thailand tak menyurutkan geliat pariwisatanya. Jumat (2/9/2016) malam, ratusan turis dari berbagai negara asyik berbelanja dan menikmati pesona Hua Hin.

Ledakan tiga pekan sebelumnya yang menewaskan empat orang seperti tak pernah terjadi. "Memang ada banyak turis yang bertanya-tanya, tetapi tidak sampai membatalkan perjalanan," kata Kendo, pemandu rombongan Tourism Authority of Thailand (TAT), bersama delapan jurnalis dari Indonesia.

Kendo mengatakan, pemerintah cepat bertindak pasca-serangan bom tersebut, salah satunya dengan memperketat keamanan.

Sesampainya rombongan dari Indonesia di Bandara Suvarnabhumi pada Rabu (31/8/2016), kami sempat kebingungan mencari SIM card Thailand agar bisa segera tersambung dengan internet. "Di sini kalau daftar nomor HP baru harus pakai KTP dan identitas lengkap. Tidak bisa asal pakai," kata Kendo.

Ia pun menggunakan identitasnya untuk mendaftarkan SIM card bagi kami. Kendo mengatakan, pemerintah mengambil tindakan tersebut karena adanya dugaan bom dirakit dengan menggunakan ponsel.

Memasuki kota Bangkok dengan delapan juta penduduk, keamanan bukan urusan main-main. Di setiap pusat perbelanjaan dan hotel yang kami masuki, petugas keamanan mengecek dan memindai isi tas.

Setelah dua hari mengunjungi pusat perbelanjaan di Bangkok, rombongan melanjutkan perjalanan ke provinsi Perchaburi dan Hua Hin di provinsi Prachuap Khiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjagaan keamanan di tempat ini tak seketat Bangkok, meski saat pertama menginjak Hotel Amari Hua Hin, tas diperiksa.

KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Patung lilin Presiden Soekarno di Madame Tussauds Bangkok, Thailand.
Public Relation TAT, Stephanie Valencia, mengatakan, meski pihaknya sempat menerima banyak kekhawatiran dari turis yang akan mengunjungi Thailand, pembatalan perjalanan tidak pernah dilakukan.

"Orang kan sudah pesan dan merencanakan jauh-jauh hari. Sempat ada yang nanya. Namun, serangan kemarin tidak terlalu berpengaruh terhadap pariwisata Thailand," katanya kepada KompasTravel.

Perempuan yang akrab dipanggil Valen itu juga menuturkan, salah satu strategi untuk meredam kekhawatiran akan serangan bom adalah mengundang artis dan figur dari berbagai negara untuk berlibur di Thailand.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.