Kompas.com - 09/09/2016, 17:12 WIB
Pemandangan Danau Toba di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (8/9/2016) sore. KOMPAS.com/NURSITA SARIPemandangan Danau Toba di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (8/9/2016) sore.
Penulis Nursita Sari
|
EditorI Made Asdhiana

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Parapat merupakan sebuah kelurahan di sisi timur Danau Toba. Kelurahan ini masuk dalam Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Di Parapat, wisatawan bisa menikmati udara sejuk. Kamis (8/9/2016) sore, saya mencoba menikmati kopi dan singkong goreng di sebuah restoran di tepi Danau Toba. Angin sepoi-sepoi menyapu wajah saya dan rombongan yang tengah asyik ngopi, menambah keseruan percakapan kami.

Saat kami tiba di sana, keadaan danau sangat tenang. Namun, tak lama, debur ombak Danau Toba menyapa kami. Burung merpati berterbangan di atas danau. Tak hanya itu, ada pula burung gereja yang "bermain" di sekitar pasir putih.

Ngopi di tepi Danau Toba semakin nikmat ditemani pemandangan Pulau Samosir yang terbentuk akibat letusan Gunung Api Toba ratusan ribu tahun lalu. Tak hanya bersantai di tepi danau, wisatawan juga dapat bermain air.

Pantauan KompasTravel, sore itu ada empat anak laki-laki yang berenang sambil bermain bola. Dari Parapat, wisatawan juga dapat berkeliling menggunakan kapal kayu atau speedboat. Tarif sewa kapal atau speedboat itu berbeda, tergantung ukuran kapal dan tujuan.

Salah satu penyedia jasa speedboat, Hari Hutabarat (39), menjelaskan tarif untuk setiap perjalanan. Untuk berkeliling melewati rumah pengasingan Ir Soekarno dan Batu Gantung, tarif speedboat besar Rp 400.000 dan tarif speedboat kecil Rp 300.000.

Speedboat besar bisa untuk 12 orang, sementara speedboat kecil bisa untuk 6 orang.

Tak hanya berkeliling, wisatawan juga bisa menggunakan speedboat untuk menyeberang ke Tomok. Tarifnya, Rp 800.000 untuk speedboat besar, dan Rp 600.000 untuk speedboat kecil.

Wisatawan juga bisa diantar menggunakan kapal kayu dengan sistem carter, tarifnya Rp 900.000.

"Jalan-jalan di Tomok satu jam, dua jam, sudah puas. Ramai di sana, kan tempat wisatanya ke sana," ujar Hari kepada KompasTravel.

Di Tomok, wisatawan dapat melihat Patung Sigale-gale, patung raja-raja terdahulu, museum, dan lainnya.

Untuk menuju Parapat, jaraknya bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam dari Bandara Silangit dan lima jam dari Kota Medan. Di sana sudah terdapat berbagai penginapan, restoran, dan beragam toko suvenir.

SONORA/S JUMAR SUDIYANA Patung Sigale-gale di Desa Wisata Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.