Kompas.com - 13/09/2016, 22:06 WIB
Ribuan wisatawan, baik asing maupun domestik, memadati kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, untuk menunggu matahari terbit, Rabu (17/8/2016). Pantai Kuta merupakan obyek wisata pantai paling terkenal di Bali yang selalu penuh wisatawan pada musim liburan. KOMPAS/IWAN SETIYAWANRibuan wisatawan, baik asing maupun domestik, memadati kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, untuk menunggu matahari terbit, Rabu (17/8/2016). Pantai Kuta merupakan obyek wisata pantai paling terkenal di Bali yang selalu penuh wisatawan pada musim liburan.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesona Indonesia, terutama Bali, ternyata diminati oleh warga Kazakhstan sebagai tujuan wisata. Berdasarkan data KBRI Astana, setiap bulannya mereka mengeluarkan 400 lembar visa.

Jumlah tersebut mengalami puncaknya pada saat liburan sekolah (Mei-September) dan liburan musim dingin (Desember-Februari). Pada tahun 2015, KBRI Astana mengeluarkan Visa Kunjungan Wisata sebanyak 2.795 lembar Visa.

Angka tersebut di luar dari banyaknya warga Kazakhstan yang berkunjung ke Indonesia dengan memanfaatkan fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi warga Kazakhstan terhitung sejak akhir September 2015.

"Kemenpar akan promosi kebijakan bebas visa kunjungan dari 169 negara termasuk Kazakhstan. International openness policy ini adalah best practice untuk mendatangkan wisman lebih banyak ke Indonesia," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulisnya kepada KompasTravel, Selasa (13/9/2016).

KBRI Astana menyebut masyarakat setempat menyukai wisata air. Kecenderungan pilihan wisata ini dirasa pas untuk Indonesia mempromosikan wisata bahari, selain leisure

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Destinasi wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (7/7/2016).
Untuk itu, Kementerian Pariwisata akan mempromosikan keindahan wisata Indonesia kepada masyarakat Kazakhstan melalui kegiatan "Indonesia Sales Mission to Kazakhstan" pada 29 September 2016.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyebut mayoritas wisman asal Kazakhstan melakukan kunjungan dengan tujuan utama Bali.

"Namun, destinasi lain pun akan dikenalkan dan ditawarkan termasuk 10 top destinasi prioritas lainnya," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 29 September disertai dengan pertimbangan, kegiatan ini digelar tepat pada dibukanya kegiatan Astana Leisure yang merupakan salah satu bursa pariwisata terbesar di Kazahsktan.

Untuk mengetahui preferensi pasar Kazakhstan, akan dilakukan survei data pasar terhadap para undangan. Di dalam survei tersebut berisi tentang destinasi dan jenis wisata yang disukai, asal wisatawan, dan kapan mereka melakukan perjalanan.

Hal ini akan membantu Kementerian Pariwisata dalam menyusun dan memperbarui strategi promosi pariwisata Indonesia di Kazakhstan.

EKA JUNI ARTAWAN Atraksi wisata air di Tanjung Benoa, Bali.
Dalam kegiatan ini, Kemenpar menggandeng dua praktisi industri untuk menjual paket wisata ke destinasi unggulan di Indonesia untuk dipertemukan dengan buyers dari Kazakhstan.

Diharapkan, pertemuan ini bermuara pada transaksi bisnis berupa paket perjalanan wisata ke Indonesia. Dengan begitu, pariwisata Indonesia akan semakin meningkat yang berefek pada pertumbuhan ekonomi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X