Kompas.com - 16/09/2016, 19:31 WIB
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Mendatangi kedai kopi telah menjadi rutinitas sehari-hari bagi masyarakat Belitung. Dari sekadar berbincang sampai membahas topik serius, biasa mereka lakukan di sini berteman segelas minuman kopi hitam.
Salah satu kedai kopi yang melegenda adalah Warung Kopi Ake. Sang pemilik, Akiong, mengaku setiap hari lebih dari 50 orang datang ke kedainya. Bahkan, kata dia, tak jarang para pejabat menggelar rapat sambil menikmati kopi di kedainya.

"Dari dulu sejak zaman kakek, Warung Ake memang tempatnya orang-orang seperti guru-guru sampai pejabat. Dulu tak ada koran, jadi cerita-cerita apa saja tentang politik," kata Ake seperti dikutip Kompas.com, Selasa (15/3/2016).

Kedai lain yang juga melegenda di Belitung adalah Warung Kopi Kong Djie di persimpangan Jalan Kemuning dan Jalan Siburik Barat.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Warung Kopi Kong Djie yang terletak di persimpangan jalan Siburik Barat dan Jalan Kemuning, Tanjung Pandan, Belitung.

Pemerhati sejarah dan budaya Belitung, Salim Yan Albert Hoogstad, mengatakan, kebiasaan minum kopi di Belitung sudah ada sejak zaman kolonial.

Kebiasaan minum kopi bersama di kedai juga datang dari latar belakang penduduk yang bekerja di pertambangan pada waktu itu. Sepulang kerja di tambang, para pekerja biasa berkumpul di kedai kopi.

"Umumnya kerja tambang selesai sore hari. Jadi untuk menghilangkan rasa penat mereka berkumpul, silaturahmi sambil ngopi," ujar Salim.

Dari timah ke pariwisata

Cerita soal pekerja tambang yang biasa berkumpul di kedai kopi meluncur pula dari penuturan pemilik Warkop Milenium, Markus Joapinto.

“Sampai pada titik majunya perusahaan penambang timah dahulu, semakin terkenal pula budaya minum kopi,” ujar Markus seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (12/3/2016). (Baca : "Sunrise", Jazz, dan Bromo )

Dahulu, timah menghidupi Belitung selama bertahun-tahun. Ketika tambang timah mulai redup, kini pesona Belitung mencuat menjadi sumber pendapatan baru dari sektor pariwisata.

Tanjung Kelayang, salah satunya. Kawasan ini merupakan pantai berpasir putih nan lembut yang terletak di utara Pulau Belitung. Di pantai ini juga, batuan granit raksasa bertebaran.

Facebook - Laskar Pelangi Mahar (Verry Yamarno-kiri) bersama Ikal (Zulfany) saat memerankan film Laskar Pelangi.

Film Laskar Pelangi yang meluncur pada 2009 menjadi tambahan magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Belitung. Saat film itu meledak, Belitung semakin dilirik para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.