Kompas.com - 19/09/2016, 05:10 WIB
Tom Yum Kung, sup asam segar kuliner khas Thailand. The Ritz Carlton Jakarta, Mega KuninganTom Yum Kung, sup asam segar kuliner khas Thailand.
|
EditorI Made Asdhiana

 JAKARTA, KOMPAS.com - Kuliner Thailand termasuk mudah diterima oleh orang Indonesia. Sebab rasa makanan Thailand, umumnya gurih, asam, dan pedas layaknya masakan Indonesia. Intensitas rasa yang dalam dan penggunaan bahan yang sama juga membuat kuliner Thailand mirip dengan kuliner Indonesia. Tak heran, banyak orang Indonesia menggemari kuliner Thailand. 

Kabar gembira bagi Anda para penggemar masakan Thailand. The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan didukung oleh Tourism Authority of Thailand (TAT) menyelenggarakan Thai Culinary Feast, 10 hari pesta kuliner dari tanggal 14-24 September 2016. 

Ada sekitar 20 menu masakan otentik Thailand, seperti Tom Yum Kung, sop udang asam pedas Thailand yang tersohor di seluruh dunia, Som Tam salad pepaya muda, Yam Pop Pia atau bihun dan lumpia udang, Keng Khiew Wan Gai yakni ayam kari hijau, Kaeng Ped Pett Yang atau bebek kari merah, Pad Kaprau Gai yaitu tumis ayam cincang pedas dan masih banyak lainnya. 

The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan Tumis sayur dan daging dari Thailand.
KompasTravel berkesempatan mencicipi seluruh masakan otentik Thailand yang disajikan buffet di Restaurant Asia, The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Rabu (14/9/2016).

Salah satu menu yang paling direkomendasikan adalah stall masak istimewa yang menyajikan Kaprau. Kaprau adalah tumis sayur dan daging khas Thailand.

Pengunjung dapat memilih sendiri sayur dan jenis daging yang ingin ditumis oleh chef yang berjaga di stall Kaprau. Setelah selesai memilih Chef langsung akan menumis sayur dan daging dengan kuali dan kompor berapi besar. Bumbu lada hitam dan api besar yang memasak sayur juga daging memberi aroma luar biasa.

Selain Kaprau, makanan lain yang juga tak kalah nikmat adalah Som Tam, salad pepaya muda khas Thailand yang terkenal segar, memiliki tekstur garing, dan rasa asam serta pedas yang nikmat disantap sebagai makanan pembuka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan Som Tam, salad pepaya muda yang cocok jadi makanan pembuka dari Thailand.

Thailand juga memiliki masakan kari yang terpengaruh dari kuliner India. Namun demikian, kari Thailand berbeda dengan kari Indonesia yang menggunakan santan. Kari Thailand berbahan dasar cabai hijau dan cabai merah yang akhirnya mempengaruhi warnanya.  

Sebagai pendamping makanan ada Thai Ice Tea yang juga sudah dikenal banyak orang, dan untuk penutup ada pancake Thailand yang teksturnya tak begitu garing yang cocok disantap dengan ice cream juga singkong Thailand yang empuk disajikan dengan saus santan manis. 

Untuk mencoba kuliner khas Thailand di Thai Culinary Feast, pengunjung dibanderol Rp 298.000++ per orang untuk sajian buffet atau all you can eat.

*****

Ingin merasakan cantiknya alam dan budaya Yogyakarta? Ikuti kuis "Take Me Anywhere 2" yang diadakan KompasTravel bersama Oppo. Cukup klik link berikut untuk mengikuti kuis tersebut: Mau Liburan Gratis di Yogyakarta? Ikuti Kuis "Take Me Anywhere 2"

Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.