Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/09/2016, 23:21 WIB
EditorI Made Asdhiana

WANGIWANGI, KOMPAS - Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, membutuhkan lebih banyak pemandu selam profesional. Wakatobi ditetapkan satu dari sepuluh tujuan wisata prioritas pemerintah pusat.

Dari sisi hayati bawah laut, gugusan Kepulauan Wakatobi (Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko) menjanjikan pengalaman menyelam mengesankan.

”Di seluruh Wakatobi, hanya ada 15 pemandu selam profesional berkualifikasi master,” kata pegiat Asosiasi Penyelam Profesional Wakatobi, Guntur, di Wangiwangi, Selasa (20/9/2016).

Dari sisi jumlah, kata Guntur, setidaknya masih dibutuhkan 20 penyelam profesional berkualifikasi dive master. Faktanya, sejumlah pemandu selam masih di bawah dive master.

Kualifikasi pemandu selam terkait kemampuan tertentu, yang terhubung dengan standar keselamatan tertentu. Di sisi lain, potensi bawah laut Wakatobi tidak bisa menunggu untuk terus dieksplorasi wisatawan, baik domestik maupun asing.

Kekurangan pemandu selam profesional dengan kualifikasi dive master, sebagian disebabkan masih minimnya kompensasi dari pelaku usaha pengguna jasa para penyelam itu. Saat ini, kata Guntur, Wakatobi cenderung hanya dianggap sebagai tempat belajar bagi para pemandu selam pemula dengan kualifikasi di bawah dive master.

Saat sebagian di antara pemandu selam itu mencapai kualifikasi dive master, biasanya mereka pindah ke lokasi lain yang memberi kompensasi lebih baik. Sejumlah lokasi itu, seperti Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat yang menjadi primadona pemburu pengalaman menyelam.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Penyelam menikmati keindahan bawah laut di Pantai Waha, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/6/2016).
Di Wakatobi, terdapat 15 operator usaha penyelaman, masing-masing 8 operator di Wangiwangi, 4 operator di Kaledupa, dan 3 operator di Tomia. Adapun di Pulau Binongko, tidak ada satu pun operator yang menjalankan usaha. Binongko, pulau paling selatan dari gugusan Wakatobi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi Nadar mengatakan, dalam waktu 1-2 tahun ke depan, bakal dilakukan akselerasi pengembangan pariwisata di Wakatobi. Eksotisme bawah laut merupakah salah satu pengalaman yang dijual kepada para wisatawan. (INK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Syuting MV Sugar Rush Ride TXT di Bali, Pantai hingga Savana 

Lokasi Syuting MV Sugar Rush Ride TXT di Bali, Pantai hingga Savana 

Jalan Jalan
Museum De Javasche Bank Surabaya: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Museum De Javasche Bank Surabaya: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Kharisma Event Nusantara dan Sportive 2023 Resmi Diluncurkan Hari Ini

Kharisma Event Nusantara dan Sportive 2023 Resmi Diluncurkan Hari Ini

Travel Update
Ada Kereta Panoramic, Menhub: Tidak Usah Jauh-jauh ke Swiss

Ada Kereta Panoramic, Menhub: Tidak Usah Jauh-jauh ke Swiss

Travel Update
Kereta Panoramic: Jadwal, Rute Lengkap, dan Harga Tiket

Kereta Panoramic: Jadwal, Rute Lengkap, dan Harga Tiket

Travel Tips
Serunya Ikut Dinas Rahasia di Museum Taman Prasasti Jakarta

Serunya Ikut Dinas Rahasia di Museum Taman Prasasti Jakarta

Jalan Jalan
Kereta Panoramic Hadir Lagi, Kini Ada 2 Rute Baru

Kereta Panoramic Hadir Lagi, Kini Ada 2 Rute Baru

Travel Update
Serunya Keliling Osaka Naik Bus Amfibi, Menyusuri Sungai Okawa

Serunya Keliling Osaka Naik Bus Amfibi, Menyusuri Sungai Okawa

Jalan Jalan
6 Fakta Kereta Api Pertama di Sulawesi, Lewati 16 Tempat Wisata

6 Fakta Kereta Api Pertama di Sulawesi, Lewati 16 Tempat Wisata

Jalan Jalan
Situ Cipondoh Tangerang: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Situ Cipondoh Tangerang: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Hari Ini, Lion Air Buka Penerbangan Umrah Balikpapan-Madinah

Hari Ini, Lion Air Buka Penerbangan Umrah Balikpapan-Madinah

Travel Update
Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Jalan Jalan
9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

Travel Tips
Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Travel Update
Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+