Kompas.com - 22/09/2016, 17:06 WIB
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS - Penghargaan Lombok sebagai tujuan wisata halal terbaik mulai terasa dampaknya. Meski masih sedikit jumlahnya, wisatawan Timur Tengah, Brunei, dan Malaysia mulai berdatangan.

Demikian kata Ketua Umum Asita, Asnawi Bahar dan Deputi Pengembangan dan Destinasi Pariwisata Kementerian Perindustrian Dadang Rizki Ratman seusai acara pembukaan International Halal Travel Fair dan Rapat Kerja Nasional Asita 2016, di Mataram, NTB. Acara dibuka Wakil Gubernur NTB M Amin, Rabu (21/9/2016).

Pulau Lombok dikukuhkan sebagai The World Best Halal Tourism Destination dan The World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang The World Halal Travel Summit/Exhibition di Uni Emirat Arab.

Menurut Asnawi, secara umum kunjungan pariwisata nasional sudah naik, khususnya Lombok. ”Dulu wisatawan Malaysia banyak ke Padang, Medan, dan Bandung. Sekarang mulai banyak yang memilih Lombok untuk menikmati wisata halal,” ujarnya

KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA Iring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016).
Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan itu sangat terasa sejak setahun terakhir karena gencarnya promosi yang dilakukan pelaku pariwisata. Namun, promosi saja tidak cukup, harus ada upaya lebih. Para pengambil kebijakan juga harus menyiapkan sarana infrastruktur, sumber daya manusia, dan sarana pendukung lainnya.

”Pokoknya pemerintah daerah harus siap dengan segala ’bunyi’ wisata halal itu,” katanya.

Hal senada dikatakan Dadang. Keberhasilan Indonesia dilihat dari peringkat Global Moslem Travel Index (GMTI). Hasil penilaian GMTI, Indonesia berada di peringkat ke-6 pada 2014 dan peringkat ke-4 pada 2015. ”Pak Menteri minta jadi peringkat pertama pada 2019,” ujarnya.

Karena itu, Kementerian Pariwisata membentuk Tim Percepatan Pengembangan Wisata Halal. Tim ini memberikan masukan kepada Pemda Aceh, Sumatera Barat, dan Lombok sebagai tujuan wisata halal.

Cherry Abdul Hakim, General Manager Hotel Jayakarta Lombok, mengungkapkan, kemenangan itu sangat berdampak. Hal ini dilihat dari negara asal wisatawan yang menginap di hotel. Pada 2014, jumlah wisatawan dari Timteng 405 orang dan Malaysia 502 orang. Pada 2015, kunjungan wisatawan Timteng naik menjadi 935 orang dan Malaysia 1.719 orang.

KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA Cidomo hias, transportasi tradisional masyarakat Lombok ikut memeriahkan parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/8/2016).
Menurut HM Fauzal, Kepala Dinas Pariwisata NTB, pada 2016 ditargetkan 2 juta kunjungan wisatawan. Kunjungan wisatawan ke NTB periode Januari-Agustus mencapai 1,8 juta.

Pada 2015, jumlah wisatawan ke NTB mencapai 2,21 juta wisatawan. NTB diharapkan menyumbang 10 persen (3 persen) dari 20 juta target kunjungan nasional tahun 2019.

Karena itu, berbagai fasilitas dan akomodasi di NTB diupayakan mendapat sertifikasi halal. Majelis Ulama Indonesia NTB mengeluarkan 145 sertifikat halal bagi hotel yang memiliki restoran dan rumah makan. Jumlah itu masih sedikit dibandingkan dengan jumlah hotel (904) dan restoran 1.379. (RUL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Travel Update
6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

Jalan Jalan
Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Travel Update
Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Travel Promo
Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.