Pesona Kawah Ijen Tak Hanya “Blue Fire”!

Kompas.com - 26/09/2016, 14:24 WIB
Petambang sedang mengambil belerang di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur, Selasa (12/11/2013). Dalam sehari, seorang petambang dapat membawa belerang 60 hingga 140 kilogram dengan imbalan Rp 780 per kilogram. Untuk menambah penghasilan, sebagian dari petambang juga berprofesi sebagai pemandu wisata bagi turis yang berkunjung ke kawah di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut. KOMPAS/HARRY SUSILOPetambang sedang mengambil belerang di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur, Selasa (12/11/2013). Dalam sehari, seorang petambang dapat membawa belerang 60 hingga 140 kilogram dengan imbalan Rp 780 per kilogram. Untuk menambah penghasilan, sebagian dari petambang juga berprofesi sebagai pemandu wisata bagi turis yang berkunjung ke kawah di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Tontonan yang bisa menakar nyali diri sendiri.
Para penambang ini turun ke dasar kawah dan mengumpulkan bongkahan belerang. Bongkahan itu lalu mereka pikul ke tempat penampungan di puncak gunung.

Semua aktivitas penambangan belerang tersebut dilakukan memakai tangan dan tenaga manusia saja. Banyak turis berdecak melihat keberanian dan kekuatan otot para penambang ini.

Lalu, momen matahari terbit di atas puncak Gunung Ijen, juga bisa jadi pesona tersendiri. Panorama yang terhampar di depan mata setelah matahari memperlihatkan diri, menjadi pesona berikutnya.

Dari puncak gunung ini, pengunjung bisa melihat jauh menyeberangi daratan, bahkan sampai melihat puncak Gunung Merapi di Yogyakarta yang ada di timur Kawah Ijen.

Gunung-gunung lain juga seolah menyembul di balik awan, seperti puncak Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante, yang semuanya ada di sekitar Gunung Ijen.

Mengabadikan momen

Sama seperti tempat rekreasi lainnya, mendaki ke Kawah Ijen wisatawan dikenakan juga biaya masuk. Bagi wisatawan domestik tiketnya Rp 5.000 per orang pada hari kerja dan Rp 7.500 per orang pada hari libur.

Adapun untuk wisman, tiket masuk dibanderol Rp 100.000 per orang pada hari kerja dan Rp 150.000 per orang pada hari libur.

Kalau tiket sudah bayar, mendaki juga tak ringan, maka mengabadikan perjalanan adalah pilihan yang masuk akal. Dokumentasi foto diri berlatar pesona kawah ini adalah salah satunya.

ARSIP KYLOR MELTON Kylor Melton, seorang wisatawan asal Selandia, di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelumnya, harap dicatat, ada biaya tambahan bagi wisatawan yang membawa perlengkapan dokumentasi. Sayangnya, peralatan dokumentasi khusus seperti kamera apalagi kamera video dikenakan biaya tambahan saat masuk kawasan ini.

Untuk setiap kamera foto, ada tambahan ongkos Rp 250.000 per unit. Adapun kamera video terkena biaya Rp 1 juta per unit.

Tenang, ada solusinya. Biar tak terkena tambahan biaya, Anda sekarang bisa menggunakan ponsel kamera untuk mengabadikan momen di sini.

Terlebih lagi, kamera ponsel juga sudah punya teknologi yang memungkinkan potret diri tetap menghasilkan gambar optimal sekalipun diambil di tempat minim cahaya. Latar belakang api biru pun tetap akan bisa terekam tanpa perlu khawatir terjadi efek backlight.

Resolusi juga bukan lagi masalah untuk ponsel kamera. Oppo F1s, misalnya, punya resolusi 16 MP untuk kamera depannya dengan dukungan sensor 1/3, serta aperture f/2.0.

Oppo Indonesia Fitur beautyfy 4.0 pada ponsel Oppo F1s

Ponsel ini pulnya pula dukungan fitur Screen Flash Selfie, memastikan gambar diri memakai kamera depan tak akan low exposure. Hasil potret diri akan terlihat cerah.

Kalau mau hasil selfie yang berbeda, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur Selfie Panorama untuk latar dan hasil foto di mengitari area 120 derajat.

Berani coba?

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X