Kompas.com - 28/09/2016, 23:05 WIB
Sejumlah turis asing menikmati perjalanan dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan setelah Candi Borobudur saat ini dalam tahap renovasi untuk menunjang kenyamanan pengunjung. KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA Sejumlah turis asing menikmati perjalanan dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan setelah Candi Borobudur saat ini dalam tahap renovasi untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

PERTH, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata kini tengah berupaya menyediakan "lapak" wisata secara online atau one-stop online travel. Ide tersebut digagas Menteri Pariwisata Arief Yahya guna mempermudah wisatawan baik lokal maupun mancanegara merancang perjalanan mereka.

Kepala Bidang Festival dan Promosi Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Adella Raung menuturkan Arief mempelajarinya saat berkunjung ke Sidney, Australia sekitar bulan April lalu. Di sana, Arief juga berbincang dengan Menteri Pariwisata Australia. Kemudian ia pun berniat mencontoh program one-stop online travel tersebut.

"Mau hotel, travel agent, mobil, itu lah yang secara online disiapkan pemerintah. Nanti dikelola swasta. Dia kayak pasar khusus tourism tapi online," tutur Adella saat berbincang di Perth, Australia, Senin (26/9/2016).

Adella menambahkan banyak travel agent yang mengeluh karena sudah tergeser situs booking online. Sebab, banyak masyarakat yang lebih memilih merancang perjalanan mereka sendiri dengan memanfaatkan situs booking online ketimbang memakai jasa travel agent yang kebanyakan masih manual.

Adella berharap program one-stop online travel tersebut dapat segera dijalankan, meskipun kemungkinan besar belum dimulai pada tahun ini.

"Nanti didata dan ada orang-orang yang bantu itu semua. Lalu diserahkan ke swasta. Secepat mungkin kami harap," kata dia.

Indonesia sendiri pada 2016 menargetkan kedatangan turis mancanegara sebanyak 12 juta orang. Berbagai strategi promosi digencarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya dengan menetapkan pembangunan infrastruktur di 10 destinasi prioritas, seperti pembangunan bandara, menambah landas pacu bandara, merenovasi terminal penumpang, hibgga membangun marina. Adapun 10 daerah yang ditetapkan sebagai destinasi prioritas adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Mandalika (Lombok Selatan), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), Pulau Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X