Kompas.com - 29/09/2016, 07:31 WIB
Iring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016). KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIAIring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

MALANG, KOMPAS.com - Pengamat Pariwisata dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Ahmad Faidlal Rahman mengatakan, wisata halal yang ada di Indonesia masih sebatas branding. Sementara penerapannya masih belum mencerminkan wisata halal.

"Yang ada selama ini hanya branding. Sementara yang benar-benar wisata halal belum ada," kata Ahmad Faidlal Rahman usai memperingati World Tourism Day di Alun-Alun Tugu Kota Malang, Selasa (27/9/2016).

Faidlal menjelaskan, wisata halal tidak hanya soal aman dan higienis. Melainkan juga harus menjamin lokasi-lokasi wisata yang halal menurut ajaran agama. Konsekuensinya, wisata halal harus bercermin pada wisata syariah, di mana seluruh lokasi yang disediakan harus sesuai dengan syariah Islam.

"Jadi lebih kepada proses dan fasilitasnya. Misalnya di Lombok (Nusa Tenggara Barat), di sana kan sudah terkenal dengan wisata halal, tapi kenyataannya, di hotel-hotel, kolam renangnya masih campur. Karyawannya juga tidak pakai kerudung," jelasnya.

Kriteria wisata halal yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata juga dinilai masih ngambang.

Sementara itu, soal destinasi wisata halal, pemerintah, menurut Ahmad Faidlal Rahman, tidak bisa memaksakan. Sebab di lokasi wisata halal sekalipun, masih banyak destinasi yang tidak mencerminkan wisata halal.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Arsitektur Istano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013). Rumah tradisional bergaya khas Minangkabau ini digunakan sebagai tempat jamuan makan saat pelaksanaan Tour de Singkarak 2013.
"Pemerintah daerah atau siapa pun jangan mewajibkan hotel halal. Jadikan halal pariwisata sebagai pilihan alternatif untuk menampung segmen pasar tertentu. Sehingga wisatawan bisa memilih," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait dengan potensi kunjungan, Kepala Prodi Pariwisata dan Perhotelan pada Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya itu menyebut sangat potensial. Sebab targetnya jelas. Yaitu wisatawan Muslim.

"Menjanjikan. Karena itu prospeknya adalah wisatawan Muslim. Sekaligus wisatawan umum yang ingin mengunjungi destinasi wisatawan muslim," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Jalan Jalan
Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Jalan Jalan
PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

Travel Update
Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Travel Update
Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Travel Update
10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

Jalan Jalan
Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Travel Update
Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Travel Tips
Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Travel Update
Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Jalan Jalan
Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Travel Update
Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Travel Promo
Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X