Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/09/2016, 17:03 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

CHIANG MAI, KOMPAS.com - Tak ada hal spesial saat kaki melangkah ke Wat Umong, sebuah kuil tua yang terletak di Doi Suthep Hill, Chiang Mai, Thailand. Padahal, kuil ini berada di bukit yang sama dengan Wat Phra That Doi Suthep yang mentereng oleh pagoda berlapis emas. 

BACA JUGA: Pagoda Berlapis Emas yang Berkilauan di Chiang Mai

"Namun Wat Umong menarik untuk dikunjungi. Kuil ini berada di dalam terowongan," tutur Paiboon Pramuankarn, pemandu wisata yang mengantar KompasTravel dan rombongan dari Tourism Authority of Thailand (TAT) berkeliling Chiang Mai beberapa waktu lalu.

Semakin jauh melangkah pintu terowongan semakin terlihat. Jauh berbeda dengan kuil pada umumnya di Thailand yang berdiri megah dan mentereng. Ada dua pintu masuk di depan bangunan batu yang berlumut tebal.

Wat Umong Suan Phutthatham, begitu nama lengkap kuil ini. Artinya kira-kira "Temple of the Tunnels and Buddha Dhamma Garden". Kuil ini dibangun pada abad ke-13, saat Raja Mengrai dari Kerajaan Lan Na berkuasa. 

Hanya ada beberapa pengunjung saat itu. Lebih sedikit dari jumlah biksu yang bergotong-royong menyapu halaman dari sampah daun.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Sejak dibangun, kuil ini sempat terbengkalai mulai abad ke-15. Wat Umong baru kembali direnovasi pada 1948, dibuka setahun kemudian untuk tempat meditasi dan sekolah umat Buddha. Kini, kompleks Wat Umong menjadi tempat tinggal tetap para biksu.

"Alkisah, dulu ada seorang biksu di Chiang Mai yang suka meditasi. Namun semakin lama, Kota Chiang Mai semakin ramai dan dia semakin sulit bermeditasi. Raja Mengrai kemudian memerintahkan anak buahnya membuat tempat untuk meditasi. Doi Suthep Hill menjadi lokasi yang cocok," papar Paiboon yang akrab dipanggil Jack.

Usai melepas alas kaki, saya masuk ke dalam Wat Umong. Hanya ada sedikit pencahayaan lampu di dalamnya. Suasana remang-remang sedikit membuat bulu kuduk berdiri. Altar persembahan lengkap dengan patung Buddha berlapis emas tersebar di beberapa titik. 

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Hanya ada sedikit pencahayaan lampu di dalamnya. Suasana remang-remang sedikit membuat bulu kuduk berdiri. Altar persembahan lengkap dengan patung Buddha berlapis emas tersebar di beberapa titik.

Jangan bayangkan terowongan ini mirip Gua Jepang atau Gua Belanda di Bandung, yang meliuk seperti labirin. Hanya ada beberapa koridor dalam Wat Umong, Anda tak perlu takut tersesat. 

Jalur koridor semakin menanjak, berujung pada bagian atas kuil tempat bertenggernya stupa besar. Gaya arsitektur Lan Na sangat terlihat dari ornamen yang mengelilinginya. 

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Jalur koridor semakin menanjak, berujung pada bagian atas kuil tempat bertenggernya stupa besar. Gaya arsitektur Lan Na sangat terlihat dari ornamen yang mengelilinginya.

Sejak dibangun, kuil ini sempat terbengkalai mulai abad ke-15. Wat Umong baru kembali direnovasi pada 1948, dibuka setahun kemudian untuk tempat meditasi dan sekolah umat Buddha. Kini, kompleks Wat Umong menjadi tempat tinggal tetap para biksu.

Setiap Minggu pukul 15.00-18.00 waktu setempat, terdapat kelas tentang Dhamma (ajaran Buddha) di Chinese Pavilion dekat danau. Tak hanya umat Buddha, siapa pun bisa mengikuti kelas ini dan bertanya berbagai hal.

Wat Umong juga terbuka bagi siapa saja yang ingin bermeditasi. Meski banyak orang di bagian luar, Anda tidak akan mendegar suara gumaman sekali pun saat berada di tengah terowongan. Berani mencoba?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tips Pilih Hotel untuk Liburan Sekolah, Pilih yang Ramah Anak

5 Tips Pilih Hotel untuk Liburan Sekolah, Pilih yang Ramah Anak

Travel Tips
Dukung Waisak 2023, Batik Air Sediakan 63.360 Kursi Menuju Yogya dan Solo

Dukung Waisak 2023, Batik Air Sediakan 63.360 Kursi Menuju Yogya dan Solo

Travel Update
Lokasi Ndalem Poenakawan di Yogyakarta, Tempat Pameran Keris Era Majapahit dan Mataram Islam

Lokasi Ndalem Poenakawan di Yogyakarta, Tempat Pameran Keris Era Majapahit dan Mataram Islam

Travel Tips
7 Penginapan Murah Dekat Candi Borobudur, Rp 100.000-an Per Malam 

7 Penginapan Murah Dekat Candi Borobudur, Rp 100.000-an Per Malam 

Hotel Story
Pengalaman Berburu Buku Murah di Big Bad Wolf 2023, Buku Impor Tak Banyak

Pengalaman Berburu Buku Murah di Big Bad Wolf 2023, Buku Impor Tak Banyak

Jalan Jalan
Rute ke Monumen Gempa Yogya di Bantul, Searah ke Pantai Parangtritis

Rute ke Monumen Gempa Yogya di Bantul, Searah ke Pantai Parangtritis

Travel Tips
Monumen Gempa di Bantul, Pusat Gempa Yogya 17 Tahun Lalu

Monumen Gempa di Bantul, Pusat Gempa Yogya 17 Tahun Lalu

Jalan Jalan
Jadwal Terbaru KA Bandara Soekarno-Hatta per 1 Juni 2023

Jadwal Terbaru KA Bandara Soekarno-Hatta per 1 Juni 2023

Travel Update
Harga Tiket Masuk Farmhouse Lembang Terbaru, Jam Buka, dan Aktivitas 

Harga Tiket Masuk Farmhouse Lembang Terbaru, Jam Buka, dan Aktivitas 

Travel Update
Sambut Waisak 2023, Lion Air Sediakan 139.320 Kursi via Yogya dan Solo

Sambut Waisak 2023, Lion Air Sediakan 139.320 Kursi via Yogya dan Solo

Travel Update
5 Kuliner Asli Kota Yogyakarta Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda

5 Kuliner Asli Kota Yogyakarta Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda

Travel Update
Ada Pameran Keris Era Majapahit dan Keraton Mataram di Yogyakarta

Ada Pameran Keris Era Majapahit dan Keraton Mataram di Yogyakarta

Travel Update
10 Tempat Wisata Cilegon yang Hits, Cocok buat Liburan

10 Tempat Wisata Cilegon yang Hits, Cocok buat Liburan

Jalan Jalan
Asyiknya Berburu Buku Murah di Big Bad Wolf 2023

Asyiknya Berburu Buku Murah di Big Bad Wolf 2023

Jalan Jalan
Cara Reservasi Kunjungan ke OMAH Library di Tangerang

Cara Reservasi Kunjungan ke OMAH Library di Tangerang

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+