Mereka yang Kesengsem Lasem

Kompas.com - 01/10/2016, 07:10 WIB
EditorI Made Asdhiana

Menurut Agni, komunitas ini sebatas menjadi pemantik kesadaran warga akan potensi daerahnya sebagai wisata pusaka. Komunitas ini memberikan edukasi bagi kelompok sadar wisata.

Salah satu anggota Kesengsem Lasem, Ellen, yang menggawangi media sosial, bergerak cepat menyebarkan setiap kegiatan atau mengunggah foto keunikan setiap sudut Lasem.

Feri Latief melalui kameranya mendokumentasikan setiap potensi Lasem dan memberi masukan kepada warga.

Dia mengibaratkan Lasem bak permata yang belum diasah, sangat unik dan langka dari berbagai pendekatan, misalnya arsitektur dan akulturasi budayanya.

Baskoro, atau sering disapa Pop, dari Rembang Heritage Society juga melihat Lasem sangat kaya sejarah yang hampir setiap sudut wilayahnya dapat diceritakan.

”Kita bisa berbicara dari masa megalitikum sampai isu kerukunan,” katanya.

Kesengsem Lasem merancang sebuah trip wisata yang semuanya dikerjakan oleh Pokdarwis Karangturi.

Sisi pengenalan sejarah mereka tekankan dalam setiap obyek yang dikunjungi, antara lain susur sungai, kelenteng, perajin batik, dan sejumlah rumah kuno pecinan.

Kesengsem Lasem turut menyemangati pelestarian bangunan kuno dengan mendaftarkan situs rumah tua yang telah direnovasi ke ajang lomba UNESCO Asia Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X