Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/10/2016, 06:35 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Suka menikmati mi ayam? Tidak ada salahnya menikmati salah satu mi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Namanya adalah mi kelor yang terbuat dari sari pati daun kelor atau Moringa oleifera dan merupakan tumbuhan dari jenis suku Moringaceae.

Selain berwarna hijau cerah, mi kelor kreasi Nuri Dwi Suryani (41) warga perumahan Araihan Kelurahan Karangrejo, Kabupaten Banyuwangi ini mengandung gizi yang sangat tinggi.

Daun kelor dipercaya mengandung 3 kali potasium dari pada pisang, 4 kali vitamin A dari wortel, 25 kali zat besi dari pada bayam, 7 kali vitamin C jeruk, 4 kali kalsium susu, dan 3 kali protein yoghurt.

Kepada KompasTravel, Minggu (2/10/2016), Nuri mengaku ide membuat mi dari daun kelor muncul ketika anaknya tidak menyukai sayuran. Dia kemudian memutar akal agar anaknya mau makan sayur.

Akhirnya Nuri menggunakan campuran saripati daun kelor ke dalam bahan utama pembuatan mi. Kebetulan suami dan anaknya adalah pecinta mi ayam.

"Awalnya saya coba-coba. Pernah menggunakan kangkung tapi hasil minya tidak bagus dan ada juga pelanggan yang bilang tidak makan kangkung. Pernah juga pakai bayam terus ada yang bilang katanya linu-linu kalau makan bayam. Akhirnya yang netral ya kelor. Apalagi kelor kan banyak kandungan gizinya," jelasnya.

Biasanya satu kilo bahan mi akan dicampur dengan saripati yang diambil dari 6 ranting daun kelor. Nuri memilih yang menggunakan daun yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua sehingga warna yang dihasilkan cukup bagus.

"Daun kelor saya blender dengan air kemudian dicampur dengan tepung dan bahan lainnya. Gitu saja. Sederhana," katanya.

Untuk membuat mi, Nuri dibantu oleh suaminya Slamet (46). Pasangan suami istri tersebut membuat mi di rumahnya sendiri dan menerima pesanan pembuatan mi dari orang lain.

Setelah uji coba membuat mi kelor, Nuri yang sudah tiga tahun berjualan mi ayam di Pasar Pujasera Karangrejo Banyuwangi tersebut memberanikan diri memasukkan mi kelor dalam menu di warung mi ayamnya sejak 4 bulan terakhir.

"Kalau ada yang pesen biasanya saya tawarin mau mi ijo. Biasanya pelanggan tanya warna hijaunya pake pewarna apa nggak? Di situ saya bilang warna hijaunya dari daun kelor," jelasnya.

Nuri mengaku tidak kesulitan untuk mencari dan kelor karena banyak di sekitar pekarangan rumahnya. "Nggak usah beli. Jadi harganya mi kelor atau mi yang biasa ya sama saja, Rp 6.000 per porsi," katanya.

Karena tidak menggunakan pengawet, mi milik Nuri hanya bertahan maksimal dua hari. Seporsi mi kelor milik Nuri memiliki tekstur yang kenyal dan lembut saat disantap apalagi dilengkapi dengan topping potongan daging ayam yang cukup banyak.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Jalan Jalan
Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Travel Update
Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Jalan Jalan
Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Travel Update
Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata Ini 

Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata Ini 

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

Travel Update
Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Travel Update
Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Travel Update
Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Jalan Jalan
15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

Travel Tips
Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Travel Update
Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Travel Tips
PAD Pariwisata Garut Naik Jadi Rp 2,8 Miliar pada 2023

PAD Pariwisata Garut Naik Jadi Rp 2,8 Miliar pada 2023

Travel Update
Lokasi Syuting MV Sugar Rush Ride TXT di Bali, Pantai hingga Savana 

Lokasi Syuting MV Sugar Rush Ride TXT di Bali, Pantai hingga Savana 

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+