Sanggar Joko Lelono Tawarkan Wisata Seni dan Alam Lereng Sindoro

Kompas.com - 04/10/2016, 12:11 WIB
Sebuah tari tradisonal khas lereng Gunung Sindoro yang ditampilkan warga saat peresmian Padepokan Sanggar Joko Lelono, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (3/10/2016). KOMPAS.COM/IKA FITRIANASebuah tari tradisonal khas lereng Gunung Sindoro yang ditampilkan warga saat peresmian Padepokan Sanggar Joko Lelono, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (3/10/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

WONOSOBO, KOMPAS.com - Warga Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meresmikan padepokan sanggar Joko Lelono. Sebuah sanggar impian warga untuk mengekspresikan seni budaya lereng Gunung Sindoro dan sekitarnya.

Sejak beberapa bulan yang lalu, warga bahu membahu membangun padepokan di atas lahan seluas 3.200 meter persegi itu tidak jauh dari jalan utama Wonosobo-Semarang, Jawa Tengah. Padepokan berbentuk rumah joglo terasa kental akan suasana khas tradisional Jawa. Kesejukan udara serta pemandangan nan asri menambah keelokan padepokan ini.

Wasilah, Kepala Desa Candiyasan, menuturkan bahwa antusiasme warga Desa Candiyasan akan seni budaya tradisional begitu besar. Padepokan sanggar Joko Lelono akan menjadi tempat aktualisasi diri serta diharapkan dapat menarik wisawatan luar daerah untuk datang ke desa berudara sejuk itu.

"Kami mendengar aspirasi dan antusiasme warga, khususnya generasi muda yang memiliki minat dan bakat berkesenian. Adanya sanggar ini kami semoga warga bisa memanfaatkan secara maksimal," kata Wasilah, di sela-sela peresmian Padepokan Sanggar Joko Lelono, Desa Candiyasan, Senin (3/10/2016).

Menurut Wasilah, jika seni budaya Desa Candiyasan berkembang dengan baik dan didukung oleh fasilitas yang memadai maka akan mengangkat potensi yang lain, antara lain di bidang pariwisata dan ekonomi yang juga akan bergerak.

"Dengan semakin maraknya kegiatan berkesenian warga masyarakat Candiyasan, saya juga berharap geliat perekonomian desa semakin kuat, sehingga keberadaan sanggar seni ini juga mampu memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan mereka," lanjut Wasilah.

Dia menyebut, pembangunan padepokan yang dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat dan sebagian dana transfer desa itu juga terinspirasi dari sebuah padepokan serupa yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat, yang terbukti berhasil menarik kunjungan wisatawan dan mendatangkan keuntungan ekonomi untuk warga di sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi nantinya di padepokan ini secara rutin juga akan digelar beragam jenis kesenian khas seperti Kuda Lumping, Mursinan, Bangilun, Gambus Widodaren, Waro dan Lengger, serta sendratari hasil kreasi warga," papar Wasilah.

Ketua Kelompok Seni Desa Candiyasan Edi Kriyono mengaku akan berusaha untuk mengenalkan beberapa jenis seni budaya khas, seperti Bengilun, Mursinan, Kuda Kepang, sampai jenis tari kreasi baru, yaitu Sendratari Kebo Marcuet.

Disamping itu, sebuah kearifan lokal tahunan yang warga sebut Merti Desa, juga menjadi salah satu agenda yang patut disaksikan oleh wisatawan di Desa Candiyasan.

Merti Desa biasanya digelar setiap awal Tahun Baru Hijriyah berisi pertunjukan seni budaya tradisional namun kental akan nilai spiritual.

"Kami siap dan membuka diri untuk seluruh masyarakat Wonosobo dan daerah lain untuk menyaksikan berbagai pentas kesenian, termasuk wayang kulit di sanggar ini," ucap Edi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.