Kompas.com - 04/10/2016, 20:32 WIB
Pengunjung melihat karya seni yang dipajang di kolong Jembatan Gwanggyo di pinggiran Sungai Cheonggye di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Minggu (28/8/2016). Sebelum direstorasi menjadi area publik hijau tahun 2002-2005, badan sungai tersebut tertutup jalan layang bebas hambatan sejak 1970-an setelah sebelumnya disesaki bangunan kumuh tahun 1950-an. KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWANPengunjung melihat karya seni yang dipajang di kolong Jembatan Gwanggyo di pinggiran Sungai Cheonggye di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Minggu (28/8/2016). Sebelum direstorasi menjadi area publik hijau tahun 2002-2005, badan sungai tersebut tertutup jalan layang bebas hambatan sejak 1970-an setelah sebelumnya disesaki bangunan kumuh tahun 1950-an.
EditorI Made Asdhiana

AIR bening mengalir gemercik. Lampu menerangi bantaran. Orang lalu lalang di trek pejalan kaki, muda mudi asyik nongkrong dan pacaran. Sulit membayangkan tempat ini dulu selokan kumuh pada tahun 1950-an dan juga jalan layang bebas hambatan pada 1970-an.

Malam telah larut. Namun, tepian Sungai Cheonggye di jantung kota Seoul, Korea Selatan, Minggu (28/8/2016), masih ramai. Gelak tawa terdengar dari beberapa gerombolan orang. Di sisi yang lain, pengunjung duduk santai dan mengobrol di atas batu dan undakan, sambil merendam kaki telanjang di sungai bening.

Berjalan di sepanjang bantaran sungai ini seperti menyusuri ruang pameran terbuka. Ada jalur pejalan kaki yang mengapit aliran serta dinding tanggul sungai setinggi 2-3 meter menjadi tempat memajang karya.

Tak seperti siangnya yang menyengat dengan suhu 25 derajat celsius, suhu malam di akhir Agustus 2016 itu berkisar 19-20 derajat celsius, relatif bersahabat bagi pengunjung dari daerah tropis. Situasi ini menggiring sebagian warga kota keluar rumah untuk menikmati malam di pengujung musim panas.

Setiap jengkal Cheonggye menyajikan fragmen berbeda, dari air mancur, lukisan, sorotan laser, batu-batu penyeberangan, hingga penanda masa lalu sungai itu yang ”kelam”. Namun, tanpa tambahan ornamen, air bening dan ikan yang berseliweran di Cheonggye saja sudah menenteramkan hati.

Pemerintah menambahkan ornamen sebagai daya pikat. Di antara Jembatan Gwanggyo dan Samilgyo, misalnya, terdapat reproduksi Banchado of King Jeongjo (lukisan di atas keramik) yang dipasang di dinding tanggul sepanjang 192 meter. Lukisan ini menggambarkan prosesi kerajaan di era Raja Jeongjo (1752-1800), raja ke-22 dari Dinasti Joseon.

Pada segmen lain, yakni di dekat Jembatan Ogansumun, terdapat karya seniman kontemporer bertajuk ”The Way to the Future”. Tanggul sungai di bagian ini dikenal sebagai dinding kebudayaan yang menggambarkan warna-warni Korea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada segmen lain aliran Cheonggye ada ”Wall of Hope” yang memajang ribuan ubin berisi harapan 20.000 warga Seoul, warga Korea Utara, dan mancanegara, antara lain soal unifikasi Korea.

Di antara Jembatan Dasangyo dan Yeongdogyo, ditempatkan beberapa lempengan batu yang dipasang miring sebagai ”situs pencucian bersejarah”.

Pada masa lalu, warga sisi sungai khususnya ibu rumah tangga mencuci pakaian di sungai dengan batu-batu kali sebagai alas cuci. Kini, mencuci di sungai merupakan hal terlarang.

Pada sudut lain Sungai Cheonggye, antara Jembatan Biudanggyo dan Muhakgyo, terdapat tiga pilar bekas penopang jalan layang bebas hambatan Cheonggye. Ketiganya disisakan sebagai pengingat visual bahwa sungai itu pernah ditutupi konstruksi jalan layang sebelum proyek restorasi tahun 2002-2005.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.