Kompas.com - 05/10/2016, 19:07 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

YANGON, KOMPAS.com - "Sekarang kita akan menuju ke sebuah goa tempat berlangsungnya Buddhist Council yang ke-6. Goa buatan ini rutin digunakan untuk pertemuan dalam rangka perdamaian agama di Myanmar."

Nang Hla May kemudian turun dari bus dan membuka payung. Pemandu wisata itu kemudian memberikan payung kepada semua anggota rombongan.

"Lepas alas kaki dari sini," tuturnya lagi.

Hari itu hujan deras mengguyur Yangon. KompasTravel berkeliling kota utama di Myanmar ini beberapa waktu lalu, bersama rombongan dari Tourism Authority of Thailand (TAT). Usai membuka payung dan melepas alas kaki di gerbang utama, saya pun melanjutkan langkah.

Maha Pasana Guha Cave, begitu nama gua tersebut. Maha Pasana Guha Cave bukanlah gua alami. Goa ini sengaja dibuat untuk perhelatan Buddhist Council ke-6 yang digelar pada 1952.

"Goa ini sengaja dibuat karena dulu, 2.500 tahun yang lalu, Buddhist Council yang pertama digelar di dalam sebuah gua di India," papar May, panggilan akrab wanita itu.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Gua ini berbentuk aula dengan panjang 64 meter dan lebar 43 meter. Bagian kanan dan kiri gua terdapat ribuan kursi yang berderet membentuk tribun. Di bagian tengah terdapat podium utama. Patung-patung Buddha berderet sepanjang aula, dari yang berukuran besar hingga kecil.

Pengunjung harus berjalan kaki sekitar 50 meter sebelum tiba di pintu masuk utama. Hujan mengguyur Yangon semakin deras. Namun begitu masuk ke dalam Maha Pasana Guha Cave, suara gemuruh hujan di luar berubah menjadi dengungan saja.

Goa ini berbentuk aula dengan panjang 64 meter dan lebar 43 meter. Bagian kanan dan kiri goa terdapat ribuan kursi yang berderet membentuk tribun. Di bagian tengah terdapat podium utama. Patung-patung Buddha berderet sepanjang aula, dari yang berukuran besar hingga kecil. 

"Selain goa, waktu Buddhist Council digelar, dibangun juga Kaba Aye Pagoda alias World Peace Pagoda," tambah May. 

Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah dinding dan pilar goa yang ditempeli batu giok. May menuturkan bahwa giok memang salah satu jenis batu mulia yang banyak ditemukan di wilayah utara Myanmar.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah dinding dan pilar gua yang ditempeli batu giok.

"Wilayah utara menjadi penghasil gem yang diimpor ke berbagai negara. Giok dan ruby hanya dua di antaranya. Oleh karena itu, banyak pagoda di Myanmar yang bertahtakan batu mulia," papar dia.

Kini, Maha Pasana Guha Cave menjadi tempat diadakannya pertemuan rutin yang membicarakan perdamaian antar umat beragama.

"Terutama untuk empat agama utama di Myanmar: Buddha, Kristen, Muslim, dan Hindu," tambah May.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.