Inilah Kerupuk Basah, Kuliner Khas Kapuas Hulu yang Tersohor

Kompas.com - 07/10/2016, 07:12 WIB
Kerupuk basah atau bahasa setempat disebut 'temet' merupakan salah satu kuliner andalan dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang tersohor Rabu (5/10/2016). KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWANKerupuk basah atau bahasa setempat disebut 'temet' merupakan salah satu kuliner andalan dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang tersohor Rabu (5/10/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

PUTUSSIBAU, KOMPAS.com - Mengunjungi kota Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kerupuk basah, kuliner khas daerah tersebut.

Penganan berbahan dasar ikan ini sangat mudah ditemui di setiap sudut kota Putussibau.

Kabupaten yang berjuluk 'Uncak Kapuas' ini merupakan salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di Kalimantan Barat.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Kerupuk basah saat masih berada di dalam panci pengukusan. Penganan khas Kapuas Hulu, Kalbar ini paling enak dinikmati selagi masih hangat.
Meski namanya kerupuk, sekilas penganan ini terlihat seperti pempek khas Palembang.

Yang membedakan adalah kerupuk basah atau dalam bahasa setempat disebut 'temet' ini dibentuk lonjong memanjang dengan panjang berkisar 15 hingga 25 sentimeter dengan diameter sekitar 2-3 sentimeter.

Ada dua varian rasa unggulan dari kerupuk basah ini, yaitu ikan toman dan ikan belida.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Sebelum disajikan, kerupuk basah khas Kapuas Hulu, Kalbar ini dipotong-potong terlebih dahulu.
Untuk menikmatinya, biasanya warung yang menyediakan kerupuk basah ini akan menyuguhkan dua jenis sambal cabe sesuai dengan selera masing-masing.

Penganan yang diolah dengan campuran sedikit tepung ini dikukus terlebih dahulu dan paling enak dinikmati selagi masih panas.

Rasa kenyal, pedas manis dan aroma ikan berpadu ketika mulut mulai mengunyah.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Kerupuk basah saat masih berada di dalam panci pengukusan. Penganan khas Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ini paling enak dinikmati selagi masih hangat.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk satu batang atau seporsi kerupuk basah berkisar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 tergantung rasa dan ukuran.

Meski berasal dari wilayah Kapuas Hulu, penganan ini juga bisa ditemui di sejumlah kabupaten lain seperti Sintang, Sekadau, Sanggau, termasuk Kota Pontianak yang posisinya persis berada di sepanjang aliran Sungai Kapuas.

Penasaran dengan rasanya? Jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner satu ini ketika Anda berkunjung ke daerah yang dikenal dengan sebutan 'Jantung Kalimantan'.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Salah satu tempat untuk menikmati kerupuk basah bisa ditemui di Jalan Yos Sudarso, persis di sebelah Hotel Sanjaya di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Selain dimakan di tempat, penganan ini juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Penjual biasanya akan menyiapkan kemasan dan melumuri kerupuk basah ini dengan tepung sesuai dengan durasi perjalanan yang akan kita tempuh untuk pulang, sehingga oleh-oleh ini masih bisa dinikmati saat tiba di rumah dengan dikukus terlebih dahulu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X