Mengintip Keseruan Oktoberfest 2016 di Farmhouse Lembang

Kompas.com - 10/10/2016, 14:18 WIB
Para penari berbusana koboi saat menari dalam kegiatan parade busana di acara Farmhouse Oktoberfest 2016, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (9/10/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPara penari berbusana koboi saat menari dalam kegiatan parade busana di acara Farmhouse Oktoberfest 2016, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (9/10/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

BANDUNG, KOMPAS.com - Gema kemeriahan festival terbesar di Jerman, Oktoberfest telah menjalar ke seluruh dunia. Festival tradisional suku Bavaria itu dianggap sebagai hari perayaan yang identik dengan pesta rakyat.

Dengung keseruan Oktoberfest pun mulai menular ke dataran tinggi kawasan Bandung Utara, Jawa Barat. Salah satu destinasi wisata di Lembang, Farmhouse mencoba menghadirkan riuh bahagia dengan menggelar 'Farmhouse Oktoberfest 2016', Minggu (9/10/2016).

Berbeda dengan Oktoberfest di negara asalnya yang identik dengan tradisi bangsa Jerman, pengelola Farmhouse mencoba mengemas festival itu dengan nuansa lebih universal.

Parade busana negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Swedia, Polandia, hingga suku Indian membuka acara dengan meriah. Lenggak-lenggok para penari tak bisa lepas dari jepretan kamera pengunjung.

Untuk menambah keseruan, pihak pengelola juga menyediakan kostum bagi para pengunjung yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan itu. Melanie, pengelola Farmhouse menuturkan, ini merupakan festival pertama yang digelar Farmhouse.

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Sejumlah penari berbusana tradisional Inggris saat menghibur pengunjung dalam kegiatan Oktoberfest di Farmhouse Lembang, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016).
Pengelola, menurut Melanie, sengaja menggelar Oktoberfest untuk menularkan kemeriahan sekaligus memberi wawasan tentang budaya bangsa Eropa.

"Oktoberfest itu kan budaya bangsa Bavaria. Alasan kita, ingin memperkenalkan budaya bangsa lain kepada masyarakat. Hal itu juga senada dengan desain bangunan Farmhouse yang bergaya Eropa," tutur Melanie.

Tak hanya disuguhi para busana, para pengunjung juga bisa menikmati sajian kudapan tradisional bangsa Eropa, seperti pretzel (roti khas Jerman) yang disajikan dengan butterbeer. Ada pula Eier Koek (roti khas Belanda) yang diolah langsung oleh koki asli asal negeri Kincir Angin.

"Saya menyajikan resep asli nenek moyang dari Belanda. Ada banyak kue yang saya sajikan di sini. Paling spesial ada pie beras, semua resep asli dari Belanda, tapi saya membuatnya di Bandung," tutur Patrick Beintema, seorang juru masak asal Belanda.

Melanie menambahkan, meski seluruh acara bergaya Eropa, pihak pengelola memastikan bahan hidangan yang digunakan halal dan non alkohol. "Budaya di Jerman memang Oktoberfest sangat kental dengan bir, tapi di sini kita sesuaikan dengan budaya Indonesia semua sajian halal serta tanpa alkohol," tuturnya.

Clara Andini (29), salah seorang pengunjung mengaku cukup terhibur dengan adanya Oktoberfest di Farmhouse.

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Pengunjung Oktoberfest saat mencicipi sejumlah kudapan khas negara Eropa di Farmhouse Lembang, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016).
"Sangat bagus acaranya. Saya suka saat penampilan tarian dari berbagai negara itu. Dan yang paling menarik banyaknya makanan khas negara Eropa yang saya bisa coba di sini," ungkapnya.

Rencananya, pihak Farmhouse akan menjadikan Oktoberfest sebagai ajang tahunan. Namun, kemeriahan Oktoberfest membuat pengunjung membeludak.

Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan sudah terlihat dari Terminal Ledeng, Jalan Setiabudhi hingga Jalan Raya Lembang. Mayoritas kendaraan didominasi wisatawan luar Bandung seperti Jakarta, Bogor dan Tangerang. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X