Kebudayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan Jadi Tema WCF 2016

Kompas.com - 11/10/2016, 19:13 WIB
Penari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPenari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter.
|
EditorI Made Asdhiana

NUSA DUA, KOMPAS.com - World Culture Forum (WCF) 2016 kembali digelar di Nusa Dua, Bali pada tanggal 10-14 Oktober 2016. Tema yang diangkat adalah Kebudayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyampaikan bahwa platform rencana kerja bidang kebudayaan sebagai resolusi dari penyelenggaraan WCF 2016.

Platform ini mengacu kepada Bali Promise pada WCF pertama pada tahun 2013 di mana isinya adalah perintah untuk menyelenggarakan WCF kedua.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Lokasi World Culture Forum (WCF) 2016, di Nusa Dua, Badung, Bali.
"Targetkan dari kementerian dalam acara ini, kita mendapat gambaran tentang agenda kebudayaan kita di tingkat global itu seperti apa. Tema yang dibicarakan di sini secara sangat hati-hati. WCF adalah respon dari masalah keprihatinan kita terkait kebudayaan," kata Hilmar Farid, di Nusa Dua, Selasa (11/10/2016).

Penyelenggara WCF 2016 yang kedua kalinya ini diikuti oleh 1.500 delegasi dari berbagai negara yang mengikuti agenda simposium, International Youtube Forum serta International Folk Dance Festival.

"Sekarang waktunya kita duduk bersama, merumuskan rencana kerja untuk mengembangkan fungsi kebudayaan di dalam pembangunan. Jadi rencana kerja itulah resolusi WCF 2016," tegasnya.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, di sela-sela acara WFC 2016, Nusa Dua, Bali, Selasa (11/10/2016).
Kemendikbud juga menilai bahwa budaya merupakan komponen penting sehingga WCF memberikan kesempatan bagaimana bagaimana budaya membantu pembangunan berkelanjutan.

Maka dari itu, WCF 2016 akan dapat melahirkan atau menelurkan sesuatu yang dapat berguna dalam pembangunan manusia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X